Dibuka Stagnan, Sentimen Global Bakal Pengaruhi Gerak Rupiah

rupiah menguat

Rupiah tidak banyak bergerak pada awal Senin (12/6) ini. Menurut laporan Bloomberg Index, mata uang Garuda membuka di posisi Rp13.291 per , atau stagnan seperti penutupan sebelumnya. Sementara, Yahoo Finance mencatat rupiah mengawali dengan melemah 4 poin atau 0,03% ke level Rp13.292 per dolar AS.

“Meski tidak banyak bergerak, namun rupiah masih memiliki potensi menguat dengan sentimen global bakal menjadi penggerak utama,” jelas Ekonom Bank Central Asia, David Sumual. “Pergerakan mata uang Garuda akan terpengaruh data ekonomi Jepang, yang jika laporannya membaik, maka bisa terangkat.”

Sementara, untuk beberapa hari ke depan, Josua menambahkan bahwa mata uang domestik bakal cenderung bergerak fluktuatif dalam rentang sempit jelang rapat Federal Reserve pada tengah pekan mendatang. “Hari ini, rupiah kemungkinan bergerak di kisaran Rp13.280 hingga Rp13.320 per dolar AS,” sambung David.

Berbanding terbalik dengan prediksi David, riset Binaartha Forex Daily Comment menuliskan bahwa rupiah masih rawan terkena koreksi karena pelemahan yang dialami euro terhadap dolar AS, yang diikuti pelemahan sejumlah komoditas sehingga memberikan harapan pada untuk kembali bergerak naik. Meski demikian, pelemahan rupiah diharapkan cenderung terbatas di tengah minimnya sentimen .

Pada perdagangan akhir pekan (9/6) lalu, mata uang Garuda mampu rebound di penutupan dagang dengan menguat 7 poin atau 0,05% ke level Rp13.291 per dolar AS, setelah dibuka dengan pelemahan sebesar 7 poin atau 0,05% di posisi Rp13.305 per dolar AS. Penguatan mata uang Garuda salah satunya ditopang laporan cadangan dalam negeri yang membaik.

Seperti diketahui, merilis laporan cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2017 tercatat sebesar 124,95 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan dengan posisi akhir April 2017 yang sebesar 123,25 miliar dolar AS. Peningkatan cadangan devisa tersebut terutama dipengaruhi penerimaan devisa, yang berasal dari pajak dan devisa minyak dan gas, serta hasil lelang Surat Berharga Bank Indonesia.

Loading...