Dibuka Stagnan, Rupiah Masih Minim Sentimen Pendukung

membuka Selasa (20/2) ini di posisi stagnan karena masih minim sentimen positif. Seperti dipaparkan Index, Garuda mengawali hari ini dengan tetap berada di level Rp13.560 per AS. Namun, pada pukul 08.38 WIB, spot bergerak melemah 11 poin atau 0,08% ke posisi Rp13.571 per AS.

Sebelumnya, pada perdagangan Senin (19/2) kemarin, mata uang NKRI harus ditutup terdepresiasi 36 poin atau 0,27% ke level Rp13.560 per dolar AS. Pelemahan rupiah terjadi karena indeks kepercayaan AS naik. University of Michigan merilis indeks keyakinan Paman Sam naik menuju 99,9 dari semula 95,7 pada bulan sebelumnya.

“Hal tersebut menunjukkan kebijakan pemotongan oleh pemerintah AS berdampak positif, sehingga menjadi sentimen negatif bagi mata uang emerging market,” ujar ekonom Bank Central , David Sumual, seperti dilansir Kontan. “Sementara, dari dalam negeri, neraca perdagangan dan hasil Rapat Dewan Gubernur BI terkait suku bunga pekan lalu tidak begitu substansial untuk memengaruhi rupiah.”

Meski sentimen pendukung bisa dikatakan tergolong sepi, namun mata uang domestik masih memiliki peluang untuk membalikkan arah. Pasalnya, pasar saat ini cenderung ragu terhadap kekuatan perekonomian AS sepanjang tahun 2018 ini, terlebih rilis data ekonomi terakhir menunjukkan perlambatan pada penjualan ritel AS di tengah naiknya laju dan pasar tenaga kerja yang membaik.

“Pelaku pasar masih meragukan ekonomi AS bisa terus membaik jika nanti suku bunga Federal Reserve dinaikkan,” kata analis Monex Investindo Futures, Putu Agus Pransuamitra. “Meski belum ada rilis data ekonomi yang cukup penting, baik dari AS maupun dari dalam negeri, untuk pekan ini, namun rupiah berkesempatan membalikkan posisi.”

Karena itu, Putu pun memprediksi bahwa mata uang Garuda pada perdagangan Selasa ini berpotensi mengalami penguatan tipis dan bakal bergerak di kisaran Rp13.510 sampai Rp13.575 per dolar AS. Sementara, David berujar bahwa rupiah sepanjang hari ini akan bergerak di rentang Rp13.500 sampai Rp13.580 per dolar AS.

Loading...