Dibuka Stagnan, Rupiah Lanjut Menguat Berkat Data Cadangan Devisa

Jakarta – Pada perdagangan pagi hari ini, Rabu (8/3) rupiah dibuka stagnan pada posisi Rp 13.350 per AS. Akan tetapi pada pukul 08.03 WIB Garuda tipis sebesar 0,04 persen atau 6 poin ke level Rp 13.344 per AS.

Kemarin, Selasa (7/3) rupiah menutup perdagangan dengan pergerakan stagnan di Rp 13.350 per usai diperdagangkan di rentang angka Rp 13.340 hingga Rp 13.355 per . Gerak rupiah di pasar spot ini sejalan dengan laju yang cenderung stabil di tengah aksi wait and see para terkait kenaikan AS dan pekerjaan Amerika Serikat pada pekan ini.

The Fed dijadwalkan mengadakan pertemuan terkait kebijakan moneternya pada 14-15 Maret mendatang. Gubernur , Janet Yellen akhir pekan lalu mengatakan bahwa kenaikan suku bunga acuan memungkinkan untuk dilakukan jika data pekerjaan dan inflasi AS juga mendukung.

“Di saat langkah kenaikan terlihat hampir pasti pada pekan depan, investor masih ragu jika The Fed akan menaikkan suku bunganya sebanyak tiga kali tahun ini,” kata Takahiko Sasaki, ekonom pasar Mizuho Bank. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa para investor tak ingin gegabah mengambil langkah sebelum data pekerjaan AS dan proyeksi The Fed dirilis.

Meskipun dolar AS diprediksi akan menguat, rupiah tetap tidak terperosok terlalu dalam berkat rilis cadangan devisa yang memberi dorongan sentimen positif untuk rupiah. “Pasar sudah bersiap (dengan rencana kenaikan bunga The Fed) sehingga pengaruhnya tidak terlalu besar,” kata Ekonom Bank Permata, Josua Pardede.

Berdasarkan laporan terbaru, cadangan devisa naik dari USD 116,9 miliar pada Januari lalu menjadi USD 119,9 miliar pada bulan Februari. Sementara itu Faisyal, analis Monex Investindo memprediksi, “Hari ini rupiah masih berpeluang menguat terbatas. Sebab, pengamat memprediksi non farm payroll AS di Februari bakal . Alhasil, dolar AS masih bakal tertekan.”

Loading...