Dibuka Stagnan, Rupiah Langsung Melorot 10 Poin di Awal Pekan

rupiah melemah

Data ekonomi terbaru AS yang positif membuat pergerakan sejumlah terhadap greenback melempem pada perdagangan awal pekan (10/7) ini, tidak terkecuali . Seperti diwartakan Index, setelah dibuka stagnan di level Rp13.399 per , Garuda kemudian melemah 10 poin atau 0,07% ke posisi Rp13.409 pada pukul 08.28 WIB.

Pada akhir pekan (7/7) lalu waktu setempat, Departemen AS melaporkan bahwa jumlah non-farm Paman Sam meningkat sebanyak 222.000 di bulan Juni 2017. Angka ini melampaui prediksi ekonom dengan kenaikan sebesar 179.000, sekaligus menguatkan rencana untuk menaikkan lanjutan, paling tidak sekali lagi, dalam tahun ini.

Menurut data Thomson Reuters, peluang kenaikan suku bunga AS pada FOMC meeting di bulan Desember mendatang mencapai 48,9%. Namun, laju kenaikan upah yang lambat mungkin akan sedikit menghambat rencana tersebut. “Ketakutan kenaikan suku bunga terlalu cepat telah mereda dan pelaku mencari penawaran pada saham yang baru saja terjual,” kata co-president director Stuart Frankel & Co., Andrew Frankel.

Sementara itu, dari dalam negeri, belum adanya sentimen positif membuat laju rupiah masih rentan untuk mengalami pelemahan lanjutan. Namun, jika pergerakan sejumlah mata uang di Asia dapat kompak menguat, dibarengi dengan penurunan imbal hasil obligasi global, kemungkinan dapat memberikan sentimen positif pada mata uang untuk membalikkan arah.

“Kekhawatiran pasar terhadap makin melebarnya defisit anggaran memunculkan persepsi negatif pada rupiah,” ujar Analis Senior Binaartha Securities, Reza Priyambada. “Dalam nota keuangan yang disampaikan pemerintah kepada DPR, pemerintah mematok defisit anggaran dalam RAPBN-P mencapai Rp397,2 triliun atau 2,92% dari PDB.”

Pada akhir pekan (7/7) kemarin, mata uang Garuda harus mengakhiri di zona merah dengan pelemahan sebesar 7 poin atau 0,05% ke posisi Rp13.399 per AS, setelah bergerak di kisaran Rp13.381 sampai Rp13.421 per AS. Mata uang Garuda cenderung bergerak di zona negatif meski dibuka dengan penguatan.

Loading...