Dibuka Stagnan, Rupiah Bergerak Melemah Akibat Data Tenaga Kerja AS yang Positif

Jakarta dibuka stagnan di level Rp 13.352 per pada awal pagi hari ini, Rabu (10/5). Kemudian pukul 08.13 WIB rupiah bergerak 3 poin atau 0,02 persen ke Rp 13.355 per dolar . Sebelumnya uang Garuda ditutup 0,43 persen atau 57 poin ke posisi Rp 13.352 per dolar AS usai diperdagangkan pada rentang angka Rp 13.313 hingga Rp 13.365 per dolar AS.

Di sisi lain kurs dolar AS pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu (10/5) pagi WIB terpantau menguat 0,56 persen menjadi 99,616 terhadap sejumlah mata uang utama berkat dorongan ketenagakerjaan baru di Amerika Serikat yang menunjukkan perolehan positif.

Menurut laporan Departemen Tenaga Kerja AS pada Selasa (9/5), awal bulan ini total pekerjaan non pertanian AS meningkat 211.000 bulan April, lebih tinggi dari perkiraan . Selain itu tingkat berubah di angka 4,4 persen.

Para analis berpendapat jika keseluruhan data pekerjaan yang positif semakin meyakinkan pasar terkait kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan Juni 2017 mendatang. Apalagi pernyataan sejumlah pejabat Federal Reserve termasuk Ketua Fed wilayah Cleveland, Loretta Mester juga menjadi angin segar bagi para investor.

“Dalam keadaan ini, dimana kita terus melakukan progres terhadap tujuan kita, kita perlu menaikkan suku bunga, karena jika tidak anda akan tertinggal dan kemudian hasilnya tidak pernah baik,” kata Loretta Mester.

Jingyi Pan, market strategist IG mengungkapkan jika pernyataan Mester semakin memperkuat indikasi bahwa The Fed tengah mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga acuan karena ditunjang oleh kondisi ekonomi Amerika yang positif. “Hal ini jelas memberi dukungan bagi penguatan dolar AS,” ucap Jingyi Pan.

Loading...