Dibuka Rebound, Selasa Ini Rupiah Berpotensi Menguat

Rupiah - www.tribunnews.comRupiah - www.tribunnews.com

Setelah dua hari beruntun mengalami pelemahan, akhirnya mampu bangkit pada pembukaan perdagangan Selasa (26/3) ini. Dilansir Bloomberg Index, mata uang Garuda mengawali transaksi dengan tipis 7 poin atau 0,05% ke level Rp14.178 per dolar . Kemudian, spot kembali naik 22 poin atau 0,16% ke posisi Rp14.163 per dolar pada pukul 08.36 WIB.

Pada Senin (25/3) kemarin, rupiah harus berakhir melemah 22 poin atau 0,16% ke level Rp14.185 per . Sebelumnya, spot sudah ditutup terdepresiasi 23 poin atau 0,16% di posisi Rp14.163 per pada akhir pekan (22/3). Bersama rupiah, mayoritas mata uang Asia lainnya juga turun versus karena kekhawatiran perlambatan pertumbuhan .

“Mata uang emerging market di Asia harus waspada atas tekanan emerging market yang baru,” ujar pakar strategi suku bunga di DBS Bank, Eugene Leow. “Mungkin, ada kondisi berbalik untuk mata uang yang diuntungkan dari jeda (kenaikan suku bunga) The Fed pada tahun ini. Mata uang itu antara lain rupee India, rupiah, dan peso Filipina.”

Sementara itu, Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menuturkan bahwa sentimen yang membayangi dolar AS sepanjang penutupan pekan lalu masih berlangsung hingga awal pekan ini. Tidak hanya itu, dolar AS juga mendapat sokongan dari pelemahan di zona Euro atau Eropa. Product Manufacture Index (PMI) Jerman dan yang buruk membuat kurs euro ikutan merosot.

“Tetapi, kami optimistis bahwa rupiah bisa tetap stabil dan menguat karena besok (hari ini) akan ada nada lelang Surat Utang Negara (SUN) yang diestimasi mencapai target indikatif sebesar Rp15 triliun,” kata Josua, dilansir Kontan. “Ke depannya, pengaruh dari kebijakan beberapa bank sentral, seperti Jepang dan AS, patut dinantikan, terlebih kelanjutan dari proses perundingan dagang AS dan China.”

Loading...