Dibuka Rebound Tipis, Virus Corona Masih Mengancam Rupiah

Rupiah - www.merdeka.comRupiah - www.merdeka.com

JAKARTA – Rupiah mampu rebound tipis ketika membuka Selasa (25/2) pagi. Menurut catatan Bloomberg Index, mata uang Garuda mengawali dengan 4 poin atau 0,03% ke level Rp13.868 per . Sebelumnya, spot harus terjun bebas 112 poin atau 0,81% di posisi Rp13.872 per pada akhir Senin (24/2) kemarin.

Pada sesi sebelumnya, mayoritas mata uang Benua Kuning memang cenderung bergerak lebih rendah imbas penyebaran virus yang semakin meluas. Berawal dari Kota Wuhan di Provinsi Hubei, China, virus tersebut lantas menyebar ke berbagai di kawasan , Eropa, Amerika, Afrika, hingga Australia. Bahkan, kemarin pemerintah Korea Selatan meningkatkan level siaga penyakit menular negara ke level tertinggi.

Chang Wei Liang, seorang pakar strategi makro di DBS Bank, mengatakan bahwa aksi penghindaran aset berisiko yang lebih luas mengingat penyebaran kasus virus corona di luar China memicu sebagai arus keluar sehingga membebani rupiah dan mata uang lainnya di Asia. Senada, San Attarangsan, seorang analis di Kasikornbank, Bangkok, bilang bahwa selama akhir pekan, situasinya memburuk dan ini membuat menghindari aset berisiko, sekaligus membebani emerging market global.

Sementara itu, pengamat sekaligus dosen di Universitas Bina Nusantara, Doddy Ariefianto, seperti dilansir Kontan, menuturkan bahwa pelemahan rupiah kemarin hanya permulaan. Mata uang domestik berpotensi terus tertekan selama satu pekan ke depan apabila penanggulangan wabah virus corona tidak menemukan titik terang.

“Seminggu lebih perhatian masih pada kasus wabah virus corona. Bahkan, telah merambat ke Uni Eropa dan Korea Selatan juga hingga diisolasi,” ujar Doddy. “Penyebaran kasus virus corona hingga ke Korea Selatan dan Eropa dapat membahayakan bagi Indonesia. Pasalnya, kedua wilayah tersebut merupakan mitra dagang yang cukup besar untuk Indonesia.”

Analisis CNBC Indonesia pun menilai rupiah masih akan bergerak melemah pada perdagangan hari ini. Pasalnya, tanda-tanda depresiasi mata uang Garuda sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF). Pasar NDF seringkali mempengaruhi psikologis pembentukan harga di pasar spot, Karena itu, kurs di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot.

Loading...