Dibuka Rebound 10 Poin, Sentimen The Fed Masih Mengintai Rupiah

Meski mampu rebound pada awal perdagangan Selasa (31/5) ini, namun rupiah masih rawan mengalami pelemahan seiring makin jelasnya sinyal kepastian kenaikan suku bunga yang membuat dolar AS kembali berpeluang . Selain itu, peluang penguatan dolar AS makin terbuka usai kurs yen Jepang terpantau turun.

Menurut Bloomberg Index, rupiah mengawali perdagangan dengan dibuka menguat tipis 10 poin atau 0,07% di posisi Rp13.630 per dolar AS. Kemudian, mata uang Garuda kembali naik 11 poin atau 0,08% ke level Rp13.629 per dolar AS pada pukul 08.05 WIB. Di sisi lain, dolar AS terpantau bergerak stagnan di level 95,521 pada Senin atau Selasa pagi WIB.

“Mulai adanya tanda-tanda sinyal kepastian The Fed untuk menaikkan suku bunga membuat laju dolar AS kembali mengalami kenaikan,” ujar Kepala Riset NH Korindo Securities , Reza Priyambada. “Ini berimbas pada melemahnya sejumlah mata uang, termasuk rupiah.”

Karena itu, tambah Reza, pelaku pasar terlihat berbondong-bondong melakukan terhadap dolar AS, seiring The Fed yang kembali membuka sinyal peningkatan suku bunga AS secara bertahap. “Selain itu, laju penguatan dolar AS juga dipicu oleh melemahnya yen Jepang,” sambungnya.

Menurut Reza, yen melemah usai Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, berencana mengambil kebijakan untuk menunda pajak penjualan hingga beberapa tahun ke depan, untuk membantu meningkatkan pertumbuhan negaranya. “Tetap cermati sentimen yang ada. Rupiah hari ini akan bergerak di kisaran support Rp13.645 per dolar AS dan resisten Rp13.630 per dolar AS,” tutupnya.

Pada perdagangan Senin (30/5) kemarin, rupiah harus ditutup melemah 53 poin atau 0,39% ke Rp13.640 per dolar AS. Mata uang Garuda melemah seiring dengan mata uang di yang kompak bergerak di zona merah.

Loading...