Dibuka Naik Tipis, Gerak Rupiah Bergantung Data PDB Domestik

mampu membuka awal pekan (6/2) ini di zona positif. Seperti diwartakan Bloomberg Index, Garuda mengawali sesi dagang hari ini dengan menguat tipis 5 poin atau 0,04% ke Rp13.338 per dolar AS. Kemudian, pada pukul 08.38 WIB, spot kembali 22 poin atau 0,16% ke Rp13.321 per dolar AS.

Meski mampu melaju di pembukaan, namun pergerakan mata uang Garuda masih berpotensi mengalami pelemahan karena memprediksi pertumbuhan () kuartal IV 2016 sedikit melambat. “Hari ini, fokus tertuju pada pertumbuhan kuartal IV 2016 yang diperkirakan di bawah angka 5% year-on-year yang berpeluang memberi dampak negatif terhadap rupiah,” kata Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta.

“Namun, harapan perbaikan pertumbuhan di 2017 diperkirakan masih bertahan melihat efek tularan dari kenaikan harga komoditas yang biasanya muncul kemudian,” sambung Rangga. “Selain angka PDB, juga ditunggu consumer confidence index Januari 2017 yang akan memberikan petunjuk tambahan mengenai prospek pertumbuhan di kuartal I 2017.”

Sementara itu, Analis Pasar Uang Bank Mandiri, Rully Arya Wisnubroto, menyatakan bahwa inflasi dalam negeri bulan mengejutkan karena lantaran lebih tinggi dari proyeksi. Karena itu, rupiah diprediksi masih bergerak stabil, sambil menanti pertumbuhan kuartal IV 2016 yang diperkirakan tidak banyak berubah dari kuartal III 2016. “Rupiah bakal bergerak di rentang Rp13.315 hingga Rp13.395 per dolar AS,” kata Rully.

Pada akhir pekan (3/2) lalu, mata uang Garuda masih mampu ditutup menguat meski sebelumnya data inflasi dalam negeri diumumkan naik cukup tajam. Di lain sisi, indeks dolar AS hanya naik terbatas walaupun pertambahan non-pertanian Paman Sam membaik signifikan.

Loading...