Dibuka Naik Tipis 9 Poin, Ruang Penguatan Rupiah Mulai Terbatas

Rupiah masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (7/6) ini meski mulai terbatas. Masih melemahnya laju AS serta mulai kembalinya aliran dana asing ke SUN (surat utang negara) bisa menjadi penyokong laju rupiah sepanjang perdagangan .

Menurut laporan Bloomberg Index, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan dibuka menguat 9 poin atau 0,07% di posisi Rp13.361 per dolar AS. Namun, rupiah berbalik terdepresiasi tipis 9 poin atau 0,07% ke level Rp13.379 per dolar AS pada pukul 08.47 WIB. Sementara itu, dolar AS terpantau naik tipis 0,079 poin atau 0,08% ke level 93,981 pada pukul 06.55 WIB.

“Ruang penguatan rupiah masih tersedia melihat dolar AS yang terus tertekan serta mulai kembalinya aliran dana asing ke SUN,” papar Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Namun, konfirmasi indikator pertumbuhan yang membaik masih ditunggu.”

Karena itu, lanjut Rangga, rupiah belum akan hilang sepenuhnya menjelang meeting meski peluang kenaikan suku bunga sudah hingga 4% dari 30%. “Meski Janet Yellen ( ) masih yakin AS akan terus membaik sehingga kenaikan FFR target harus dilakukan, namun dia tidak menyebutkan kapan waktu pastinya, yang justru menambah tekanan terhadap dolar AS,” tambahnya.

Sementara itu, Research & Analyst Monex Investindo Futures, Putu Agus Pransuamitra, mengungkapkan bahwa turunnya data ketenagakerjaan AS menjadi faktor utama penopang rupiah. “Ini jelas merontokkan kepercayaan pelaku akan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Juni-Juli ini,” kata Putu.

Adapun Ekonom Bank Central (BCA), David Sumual, menambahkan bahwa dari dalam negeri, pasar menunggu rilis data cadangan devisa Mei 2016. “Jika cadangan devisa turun, koreksi rupiah bisa terjadi. Namun jika sebaliknya, kekuatan rupiah untuk menguat akan bertambah,” ungkap David.

David memprediksi rupiah akan bergerak di kisaran Rp13.300 hingga Rp13.450 per dolar AS. Sementara, Putu memperkirakan mata uang Garuda bergerak di level Rp13.260 hingga Rp13.500 per dolar AS.

Loading...