Dibuka Naik Tipis 10 Poin, Penguatan Rupiah Mulai Terbatas

Rupiah diharapkan masih dapat melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Kamis (30/6) ini seiring dengan angin segar yang diembuskan oleh pengesahan UU . Meski begitu, penguatan mata uang Garuda diramal mulai terbatas karena pelaku pasar cenderung mengambil sikap wait and see jelang libur panjang.

Seperti dilaporkan Bloomberg Index, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan dibuka menguat 10 poin atau 0,08% di posisi Rp13.147 per dolar AS. Namun, rupiah langsung berbalik terdepresiasi 14 poin atau 0,11% ke level Rp13.171 per dolar AS pada pukul 08.18 WIB.

“Disahkannya UU tax amnesty masih menjadi angin segar bagi rupiah untuk melanjutkan tren penguatan,” kata Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada. “Tak hanya kepada rupiah, katalis positif ini pun turut berimbas pada pergerakan pasar dan juga laju obligasi.”

Ditambahkan Reza, kini pelaku pasar tinggal menunggu realisasi UU tax amnesty sehingga diharapkan adanya pengampunan pajak mampu menjadi stimulus bagi perekonomian Indonesia. “Hal ini bisa mendorong penguatan rupiah dalam jangka panjang,” sambungnya.

“Di samping itu, imbas positif juga diberikan oleh sejumlah mata uang lainnya seperti dolar Australia, dolar , , hingga ,” lanjut Reza. “Bahkan, pound sterling dan euro yang sebelumnya tertekan akibat efek , kini juga mulai menguat terhadap dolar AS.”

Namun menurut Reza, penguatan rupiah terpantau mulai terbatas akibat aksi profit taking pelaku pasar. Ia pun berharap aksi tersebut hanya bersifat jangka pendek dikarenakan masih kuatnya sentimen dari dalam negeri. “Rupiah hari ini akan bergerak di rentang support Rp13.220 per dolar AS dan resisten Rp13.150 per dolar AS,” tutupnya.

Sementara itu, Research & Analyst Monex Investindo Futures, Faysal, mengatakan bahwa rupiah masih berpeluang menguat tipis hari ini. Maklum, investor bersikap wait and see jelang libur panjang. Sementara dari sisi eksternal, spekulasi kenaikan suku bunga The Fed juga mereda usai keluarnya dari Uni Eropa. “Rupiah akan bergerak di kisaran Rp13.100 hingga Rp13.200 per dolar AS,” katanya.

Loading...