Dibuka Naik, Rupiah Langsung Lemas di Selasa Pagi

Rupiah - www.liputan6.comRupiah - www.liputan6.com

JAKARTA – Meski dibuka di zona hijau, namun langsung bergerak melandai pada Selasa (29/1) pagi. Seperti dituturkan Index, mata uang Garuda mengawali dengan menguat tipis 2 poin atau 0,02% ke level Rp14.070 per AS. Kemudian, pada pukul 08.20 WIB, spot berbalik melemah 8 poin atau 0,06% ke posisi Rp14.080 per AS.

“Setidaknya, ada beberapa yang mendorong penguatan rupiah dalam beberapa sesi terakhir,” tutur Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dilansir Tribun News. “Di antaranya, kepercayaan investor asing terhadap dalam negeri yang cenderung meningkat. Rupiah akhirnya terus bergerak stabil dan cenderung menguat.”

Selain itu, sinergi antara Bank Indonesia, Otoritas Jasa (OJK), dan pemerintah menjadikan prospek Indonesia lebih baik. Terlebih, pemerintah berencana memangkas sejumlah faktor penghalang ekspor. “Ketiga, adalah berkembangnya mekanisme pasar, sedangkan yang keempat adalah ketahanan ekstra kita yang semakin membaik, termasuk dari defisit transaksi berjalan,” sambung Perry.

Saat ini, fokus pasar akan tertuju pada rapat kebijakan Federal Reserve yang akan berlangsung pada 29-30 Januari waktu setempat. Investor memperkirakan pembuat kebijakan akan memberi sinyal penghentian sementara dalam siklus pengetatan moneter mereka dan mengakui bahwa risiko yang meningkat terhadap ekonomi Negeri Paman Sam.

Langkah itu diperkirakan akan menekan dolar AS, yang telah mengalami koreksi sebesar 1% sejak akhir Desember 2018 kemarin, setelah sebelumnya menikmati lonjakan luar biasa imbas kenaikan suku bunga The Fed sebanyak empat kali sepanjang 2018. Namun, pada perdagangan Senin (28/1) kemarin, terpantau bergerak naik akibat ramai aksi beli terhadap mata uang safe haven karena pelaku pasar harap-harap cemas menunggu hasil perundingan dagang AS-China.

“Pergerakan umum untuk dolar AS masih akan cenderung turun dan pasar akan mengambil isyarat dari FOMC meeting pada minggu ini,” kata ahli strategi mata uang di Bank of Singapore, Sim Moh Siong. “The Fed kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga stabil tahun ini mengingat kondisi pertumbuhan ekonomi di luar AS.”

Loading...