Dibuka Menguat Tipis, Otot Rupiah Mulai Mengendur

Rupiah Dolar - bisnisjakarta.co.idRupiah Dolar - bisnisjakarta.co.id

JAKARTA – Penguatan terhadap dolar AS tampaknya sedikit mengendur pada perdagangan Selasa (16/7) pagi. Menurut paparan Index, mata uang Garuda mengawali dengan menguat tipis 10 poin atau 0,07% ke level Rp13.910 per dolar AS. Sebelumnya, spot sempat berakhir naik tajam 88 poin atau 0,63% di posisi Rp13.920 per dolar AS pada Senin (15/7) kemarin.

“Pergerakan rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini masih akan cenderung melanjutkan penguatan,” ujar analis Binaartha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta, dilansir Bisnis. “ merupakan sentimen utama yang akan memengaruhi pergerakan rupiah. Meredanya sentimen perang dagang antara AS dengan disikapi positif oleh pelaku .”

Sementara, dari dalam negeri, ia menuturkan, para pelaku pasar mengapresiasi peran dalam menjaga stabilitas maupun keamanan sehingga hal ini akan memberikan katalis positif bagi meningkatnya kinerja pertumbuhan nasional. Euforia rekonsiliasi politik antara Joko Widodo dengan Prabowo, serta data neraca perdagangan Juni yang dilaporkan mengalami surplus 196 Juta dolar AS memberikan katalis positif bagi rupiah.

Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menimpali bahwa dolar AS terus tertekan lantaran peluang The Federal Reserve memangkas suku bunga acuan di akhir bulan ini semakin besar. Hal tersebut yang menyebabkan hampir semua nilai tukar mata uang di menguat di awal pekan. Meski demikian, ia memperkirakan penguatan rupiah pada hari ini cenderung terbatas.

Di sisi lain, analis HFX Internasional Berjangka, Ady Phangestu, mengatakan bahwa jika dilihat dari sisi teknikal, pelemahan rupiah bisa terjadi dalam waktu dekat. Berbagai sentimen masih akan menggerakkan pergerakan kurs rupiah, seperti pernyataan Gubernur The Fed, Jerome Powell, serta kondisi perekonomian global yang masih dalam roda perlambatan.

Loading...