Dibuka Menguat Tipis, Anjloknya Harga Minyak Batasi Ruang Apresiasi Rupiah

diprediksi masih akan bergerak di zona hijau pada akhir pekan (29/7) ini. Namun, peluang mata Garuda juga masih terbuka seiring kembali turunnya harga minyak mentah dunia.

Seperti dilaporkan Index, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan penguatan sebesar 11 poin atau 0,08% di posisi Rp13.087 per dolar AS. Kemudian, pada pukul 08.17 WIB, mata uang Garuda kembali naik tipis 9 poin atau 0,07% ke level Rp13.089 per dolar AS. Di sisi lain, indeks dolar AS kembali tertekan dengan dibuka melemah 0,154 poin atau 0,16% di posisi 96,585.

“Penguatan rupiah murni reaksi terhadap pengumuman yang mempertahankan tingkat ,” kata Ekonom Bank Central Asia, David Sumual. “Sementara dari dalam negeri, optimisme kabinet juga menjadi faktor pendorong gerak mata uang Garuda.”

Meski begitu, ditambahkan David, peluang koreksi terhadap rupiah pada hari ini sudah terbuka mengingat penguatan yang signifikan dalam beberapa hari terakhir. “Rupiah kemungkinan bergerak melemah pada rentang Rp13.080 hingga Rp13.150 per dolar AS,” sambungnya.

Hampir senada, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, memaparkan bahwa peluang rupiah untuk menguat pada hari ini tetap ada dipicu faktor The Fed dan reshuffle kabinet. “Namun, ruang apresiasi mata uang Garuda cenderung terbatas seiring kembali turunnya harga minyak dunia,” kata Rangga.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate () untuk pengiriman ditutup turun 78 sen menjadi 41,14 dolar AS per barel di Mercantile Exchange. Sementara itu, minyak mentah North Sea Brent untuk pengiriman juga anjlok 77 sen ke level 42,70 dolar AS per barel di Intercontinental Exchange.

Loading...