Dibuka Menguat, Rupiah Menanti Rilis Neraca Perdagangan Oktober 2016

Meski mampu dibuka , pergerakan pada perdagangan Selasa (15/11) ini diprediksi masih belum sepenuhnya terbebas dari tekanan sentimen global. Namun, Garuda bisa berharap katalis dari Oktober 2016 yang dijadwalkan bakal dirilis pada siang hari nanti.

Seperti diwartakan Bloomberg Index, mata uang Garuda mengawali sesi dagang hari ini dengan menguat 25 poin atau 0,19% ke Rp13.350 per dolar AS. Kemudian, pada pukul 08.37 WIB, spot kembali 38 poin atau 0,28% ke level Rp13.337 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau ditutup terapresiasi 1,05 poin atau 1,06% ke 100,11.

“Pelemahan rupiah mungkin bisa bertahan dalam jangka pendek karena ketidakpastian global belum sepenuhnya hilang,” terang Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Selain itu, indeks dolar AS juga terus naik tajam hingga dini hari tadi bersamaan dengan kenaikan imbal hasil US Treasury yang dilatarbelakangi harapan kebijakan fiskal ekspansif yang akan ditempuh Presiden Trump.”

Meski demikian, sambung Rangga, mata uang Garuda masih bisa berharap pada rilis neraca perdagangan Oktober 2016 yang diperkirakan menipis surplusnya sebelum akhirnya fokus tertuju pada Rapat Dewan Gubernur . “ menunggu respon terhadap ketidakpastian global di tengah keinginan mempertahankan suku rendah,” tambah Rangga.

“Pasalnya, instabilitas politik dalam negeri yang meningkat juga ikut menggerus daya tarik aset rupiah,” lanjutnya. “Fokus hari ini juga tertuju pada pertumbuhan Zona Euro kuartal III 2016 yang diperkirakan membaik.”

Senada, Ekonom Bank Central Asia, David Sumual, mengatakan bahwa rilis neraca perdagangan dalam negeri bulan Oktober 2016 akan menjadi penentu nilai tukar rupiah. Namun, meski diramal kembali surplus, masih ada kecenderungan pelemahan rupiah. “Meski demikian, pergerakan rupiah akan lebih stabil dibandingkan pekan lalu,” ujar David.

Loading...