Balas Dolar, Rupiah Dibuka Menguat 26 Poin

Rupiah - bisnis.comRupiah - bisnis.com

JAKARTA – Setelah terpuruk dalam beberapa sesi, rupiah agaknya siap membalas dendam pada Rabu (24/6) ini. Menurut catatan Index, Garuda dibuka menguat 26 poin atau 0,19% ke level Rp14.135 per . Kemudian, spot kembali mengalami apresiasi sebesar 51 poin atau 0,36% ke posisi Rp14.110 per pada pukul 09.04 WIB.

“Rupiah yang termasuk aset berisiko tinggi memang sedang tertekan karena pelaku khawatir jumlah pasien di Indonesia masih terus bertambah,” ulas Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, dilansir Kontan. “Parahnya lagi, pelaku pasar juga khawatir terjadi gelombang kedua penyebaran pandemi di yang sudah berhasil meredam penyebaran.”

Pada perdagangan hari ini, Ariston memproyeksikan sentimen yang menggerakkan rupiah masih seputar kekhawatiran peningkatan jumlah pasien positif corona dan ekspektasi positif pemulihan ekonomi di tengah pandemi. Menurutnya, mungkin pasar condong merespon ekspektasi pemulihan ekonomi karena melihat data aktivitas dan sektor jasa yang mulai berekspansi lagi.

“Selain itu, lelang sukuk kemarin memperlihatkan minat yang masih tinggi terhadap Indonesia. Pemerintah berhasil menjual surat berharga melebihi target yang berarti minat cukup tinggi,” sambung Ariston. “Dengan adanya hal tersebut, memberikan sentimen positif untuk rupiah. Hari ini, spot berpotensi menguat ke level Rp14.050 per dolar AS, dengan potensi resisten Rp14.200 per dolar AS.”

Sementara itu, menurut analisis CNBC Indonesia, rupiah juga memiliki peluang untuk bergerak ke zona hijau pada transaksi hari ini. Pasalnya, tanda-tanda apresiasi mata uang Garuda sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF). Pasar NDF seringkali memengaruhi psikologis pembentukan di pasar spot, dan karenanya, kurs di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot.

“Tekanan terhadap rupiah sebenarnya sudah mulai berkurang melihat indikator stochastic pada grafik sudah keluar dari wilayah jenuh jual (oversold),” papar CNBC Indonesia. “Stochastic merupakan leading indicator. Ketika stochastic mencapai wilayah oversold (di bawah 20), maka suatu harga suatu instrumen berpeluang berbalik naik.”

Loading...