Dibuka Menguat 99 Poin, Rupiah Masih Rentan Terkena Koreksi Terbatas

diprediksi masih akan meneruskan laju penguatannya pada perdagangan Senin (7/3). Meski demikian, mata uang Garuda juga rentan terkena koreksi terbatas yang didorong oleh sejumlah sentimen eksternal.

Menurut laporan Bloomberg Index, pada perdagangan hari ini rupiah dibuka signifikan 99 poin atau 0,75 persen ke Rp13.033 per dolar AS. Kemudian, pada pukul 08.47 WIB, mata uang Garuda kembali terapresiasi 104 poin atau 0,79 persen ke Rp13.028 per dolar AS.

“Jika diasumsikan tidak terjadi profit taking maupun terkena imbas sentimen negatif, maka laju rupiah pun dapat bertahan ,” ujar Kepala Riset PT NH Securities Indonesia, Reza Priyambada. “Sebaliknya, jika asumsi tersebut tidak terpenuhi, maka kita harus mewaspadai potensi pembalikan arah melemah.”

Tenaga rupiah memang masih belum habis seiring kembali naiknya harga dunia. Pada pagi ini, harga WTI menguat 0,84 persen ke 36,22 dolar AS per barel. Sementara (4/3) lalu, harga WTI 3,91 persen ke 35,92 dolar AS per barel.

Sementara Analis Uang PT Bank Mandiri Tbk, Rully Arya Wisnubroto, mengungkapkan, masih tingginya kepercayaan akan perekonomian Indonesia masih menjadi penopang laju rupiah hari ini. “Meski demikian, koreksi tetap mengintai . Mengingat sajian ketenagakerjaan AS adalah cerminan arah pergerakan indeks dolar AS yang signifikan,” sambungnya.

Seperti diketahui, nonpertanian AS pada Februari lalu melesat dari 172.000 menjadi 242.000. Sementara, angka pengangguran berhasil bertahan di level 4,9 persen. “Kalaupun terkoreksi, hanya dalam rentang terbatas. Pasalnya, data upah tenaga kerja AS merosot signifikan dari 0,5 persen menjadi minus 0,1 persen,” tambah Rully.

Rully memperkirakan mata uang Garuda akan bergerak di antara Rp13.115 hingga Rp13.195 per dolar AS. Sementara menurut Reza, rupiah akan bergerak di kisaran support Rp13.237 serta resisten Rp13.085 per dolar AS.

Loading...