Dibuka Menguat 95 Poin, Laju Rupiah Menanti Pidato Gubernur Bank Sentral AS

Pergerakan rupiah pada perdagangan Rabu (30/3) bakal dipengaruhi pidato Gubernur , Janet , dan juga sentimen domestik. Jika Pidato bisa lebih friendly kepada , pelemahan rupiah yang terjadi pada perdagangan sebelumnya bakal tertahan, bahkan berpotensi rebound meski tipis.

Menurut laporan Bloomberg Index, rupiah dibuka menguat 95 poin atau 0,71% ke Rp13.300 per dolar AS. Kemudian, mata uang Garuda kembali 41 poin atau 0,30% ke level Rp13.355 per dolar AS pada pukul 08.27 WIB.

“Kami berharap nantinya pidato dapat lebih friendly kepada pasar mengingat kondisi AS dan global yang belum sepenuhnya membaik, sehingga The Fed akan lebih berhati-hati dengan keputusan kenaikan tersebut,” papar Kepala Riset NH Korindo Securities , Reza Priyambada. “Jika kondisi ini terjadi, diharapkan pelemahan rupiah bisa tertahan, sehingga lajunya mampu berbalik menguat.”

Karena itu, sambung Reza, pasar diminta tetap mencermati sentimen yang ada. “Rupiah akan bergerak support Rp13.372 per dolar AS serta resisten Rp13.210 per dolar AS,” tambah Reza.

Sementara itu, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, mengemukakan bahwa peluang rupiah untuk menguat pada perdagangan hari ini terbuka seiring tertekannya indeks dolar AS di pasar global. Seperti diketahui, indeks dolar AS melemah signifikan meski data consumer confidence index AS diumumkan tajam dari 94 pada Februari menjadi 96,2 pada Maret.

“Sentimen positif dari peluncuran kebijakan ekonomi XI serta pemangkasan lanjutan bisa membantu rupiah untuk menguat hari ini,” kata Rangga. “Selain itu, pernyataan Yellen yang masih mengutamakan kenaikan Fed Rate bertahap menghapus sentimen hawkish yang belakangan berkembang.”

Hal tersebut, lanjutnya, tidak hanya menekan indeks dolar AS, melainkan juga imbal hasil US Treasury. “Dolar AS juga diperkirakan semakin melemah di hari ini,” tambahnya.

Pada perdagangan Selasa (29/3), rupiah ditutup melemah 52 poin atau 0,39% ke Rp13.395 per dolar AS. Sentimen The Fed menghambat rilis paket kebijakan ekonomi XI untuk mengantarkan rupiah ke zona hijau.

Loading...