Dibuka Menguat 32 Poin, Rupiah Menanti Efek Positif Data Inflasi Maret 2016

Data inflasi Maret yang bakal dirilis Badan Pusat Statistik () pada hari ini (1/4) diramal akan memberi efek positif pada laju rupiah. Data inflasi sendiri diperkirakan bergerak pada rentang deflasi -0,11 hingga inflasi 0,11.

Menurut laporan Index, hari ini rupiah dibuka menguat 32 poin atau 0,24% ke Rp13.207 per dolar AS. Kemudian, mata uang Garuda kembali terapresiasi 37 poin atau 0,28% ke Rp13.203 per dolar AS pada pukul 08.46 WIB. Di sisi lain, indeks dolar AS terpantau melemah 0,27% ke 94,586 pada penutupan Kamis atau Jumat pagi WIB, sekaligus melanjutkan pelemahan empat hari beruntun.

Dalam laman BPS, hari ini akan diumumkan perkembangan indeks harga konsumen (inflasi) Maret 2016 dan indeks harga perdagangan besar Maret 2016. Selain itu, Kepala BPS, Suryamin, juga akan mengumumkan perkembangan nilai tukar petani dan harga gabah Maret 2016, serta perkembangan dan transportasi Februari 2016.

“Pelaku yang merespon kondisi tersebut membuat laju dolar AS tertekan oleh aksi jual para pelaku ,” ujar Kepala Riset NH Securities Indonesia, . “Dan, masih cenderung melemahnya dolar AS memberi angin segar bagi rupiah untuk melanjutkan tren positifnya.”

Ditambahkan Reza, keadaan tersebut terlihat dari candle daily dolar AS yang rata-rata membentuk Black Marubozu pada perdagangan sehingga membuat rupiah menguat signifikan. “Rupiah akan bergerak di level support Rp13.285 per dolar AS serta resisten Rp13.300 per dolar AS,” sambungnya.

Sebelumnya, pada perdagangan Kamis (31/3), rupiah ditutup menguat 17 poin atau 0,13% ke Rp13.239 per dolar AS. Mata uang Garuda bergerak fluktuatif, setelah indeks dolar AS menunjukkan penguatan hingga pada akhirnya berbalik melemah di sesi penutupan spot.

Loading...