Dibuka Menguat 30 Poin, Laju Rupiah Menanti Hasil Referendum Inggris

kampanye-brexit

Pergerakan terhadap AS pada perdagangan akhir pekan (24/6) ini akan cenderung fluktuatif di tengah penantian akan hasil referendum Inggris di Uni Eropa. Sementara dari dalam negeri, tax amnesty yang masih harus menunggu hingga pekan depan semakin menambah ketidakpastian.

Menurut laporan Bloomberg Index, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan penguatan sebesar 30 poin atau 0,23% di posisi Rp13.218 per dolar AS. Namun, pada pukul 08.24 WIB, rupiah langsung berbalik terdepresiasi 39 poin atau 0,29% ke level Rp13.287 per dolar AS.

“Hari ini pembukaan (rupiah) bisa negatif melihat hasil referendum yang mendukung keluarnya Inggris dari Uni Eropa meski pasar terlihat optimistis hingga dini hari tadi,” kata Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Adapun terkait kepastian tax amnesty, masih harus menunggu hingga Selasa depan meski pemerintah yakin bisa dijalankan mulai Juli 2016.”

Meski hasil perhitungan terakhir menunjukkan Brexit, namun pasar global masih optimistis Inggris tetap bertahan di Uni Eropa. “Volatilitas di pasar akan tinggi hari ini dengan sentimen yang dipengaruhi perkembangan hasil referendum,” sambung Rangga.

Sementara itu, Ekonom Bank Central Asia, David Sumual, memaparkan bahwa rupiah bisa mendapat tenaga dari komentar Gubernur , Janet , yang memberi sinyal tidak akan menaikkan dalam waktu dekat. “ juga memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi AS menjadi 2,4%. Dengan asumsi Inggris tetap di Uni Eropa, rupiah akan Rp13.200 hingga Rp13.300 per dolar AS,” kata David.

Loading...