Dibuka Menguat 17 Poin, Laju Rupiah Nanti Respon Pasar atas Penurunan BI Rate

bi-bankindonesiaBank Indonesia [foto:Nikkei]

Meski mampu dibuka menguat, namun laju pada akhir pekan ini (17/6) masih menanti reaksi pasar terhadap penurunan . Jika direspon negatif, maka rupiah bisa saja melemah dalam jangka pendek. Namun sebaliknya, jika penurunan dianggap bisa memacu pertumbuhan ekonomi, gerak mata uang Garuda bisa lebih leluasa.

Menurut Bloomberg Index, rupiah mengawali perdagangan dengan penguatan sebesar 17 poin atau 0,13% di posisi Rp13.358 per . Kemudian, mata uang Garuda kembali naik 19 poin atau 0,14% ke level Rp13.356 per pada pukul 08.14 WIB.

Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, Putu Agus Pransuamitra, mengatakan bahwa sentimen utama yang memengaruhi rupiah adalah keputusan The Fed yang mempertahankan . “Hari ini, reaksi pasar atas penurunan BI rate yang sebesar 6,5% dapat melemahkan rupiah dalam jangka pendek,” kata Putu.

“Namun, jika ada keyakinan bahwa penurunan suku bunga dapat memacu pertumbuhan ekonomi di atas 5%, rupiah bakal kembali menguat,” sambung Putu. “Rupiah hari ini kemungkinan melemah di kisaran Rp13.180 hingga Rp13.550 per dolar AS.”

Sementara itu, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, mengatakan bahwa rupiah bisa kembali menguat seiring pelemahan indeks dolar AS serta optimisme pemangkasan BI rate yang disertai peluncuran makro-prudensial. “Namun, turunnya komoditas berpeluang membatasi ruang penguatan,” kata Rangga.

“Pembahasan -P serta masih menjadi fokus,” lanjut Rangga. “Malam nanti, ditunggu perumahan AS.”

Loading...