Dibuka Melemah Tipis, Rupiah Langsung Rebound di Senin Pagi

rupiah menguat

Data dalam negeri yang membaik serta pelemahan membuat mampu melanjutkan tren positif pada awal Senin (11/9) ini. Seperti diwartakan Bloomberg Index, setelah sempat dibuka melemah tipis 2 poin atau 0,01% ke level Rp13.187 per , spot langsung berbalik 28 poin atau 0,21% ke posisi Rp13.157 per pada pukul 08.36 WIB.

“Dalam jangka pendek, pelemahan dolar bakal menjadi sentimen utama yang mendongkrak pergerakan rupiah,” ujar Senior Research and Analyst Asia Trade Point Futures (ATPF), Andri Hardianto. “Sementara, dari dalam negeri, faktor penyokongnya berupa penguatan cadangan dan data ekonomi lainnya, serta pertumbuhan harga komoditas.”

Pada perdagangan akhir pekan (8/9) kemarin, Garuda mampu ditutup menguat 122 poin atau 0,92% ke posisi Rp13.185 per dolar AS. Rupiah berhasil mencatatkan level tertinggi sejak 10 November 2016 yang berada di posisi Rp13.318 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, greenback justru merosot 0,44 poin atau 0,48% menuju level 91,233 atau posisi terendah sejak 2 Januari 2015.

“Secara garis besar, faktor penggencet greenback terbagi dalam sentimen internal dan eksternal,” timpal Analis Monex Investindo Futures, Putu Agus. “Dari internal AS, pasar mencemaskan kemampuan Federal Reserve dalam melanjutkan kenaikan suku bunga. Sementara, dari eksternal, greenback tertekan oleh penguatan mata uang euro setelah European Central Bank memberikan penjelasan mengenai waktu tapering pada Oktober 2017.”

Dari dalam negeri, faktor yang bisa mengangkat pergerakan rupiah adalah laporan cadangan devisa Indonesia di bulan Agustus 2017 yang positif. Menurut catatan , di bulan kedelapan tahun ini, cadangan devisa Indonesia sebesar 128,8 miliar, naik 1 miliar dolar AS dari bulan sebelumnya yang berada di angka 127,8 miliar dolar AS.

“Cadangan devisa yang meningkat, baik untuk ketahanan ekonomi Indonesia,” papar Deputi Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara. “Membaiknya posisi cadangan devisa ini didukung oleh aliran modal (capital inflow) di pasar , terutama dari hasil lelang Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI) valas.”

Loading...