Dibuka Melemah, Rupiah Tertekan Isu Demo & Rencana Kenaikan FFR

Jakarta – Hari ini, Kamis (24/11) dibuka 0,21 persen atau 28 poin ke level Rp 13.518 per AS. Nilai tukar Garuda tergerus ketika indeks AS kembali reli usai catatan dilaporkan pada Kamis dini hari WIB yang mengungkapkan bahwa para pejabat The Fed mendukung adanya kenaikan Fed Funds Rate (FFR) pada bulan Desember 2016 depan.

Sementara itu, sebelumnya rupiah juga melemah di akhir kemarin. Rupiah melemah 47 poin atau 0,35 persen ke posisi Rp 13.490 per usai diperdagangkan di rentang angka Rp 13.434 hingga Rp 13.495 per .

Maraknya isu demonstrasi yang akan terjadi di Indonesia dalam waktu dekat ini turut menjadi salah satu faktor pelemahan rupiah. Pengamat ekonomi Farial Anwar mengungkapkan jika kondisi geopolitik dalam negeri cukup berpengaruh terhadap gerak rupiah. Para khawatir dengan rencana aksi demo di Jakarta. “Apalagi kecenderungan jelang akhir bulan dan akhir tahun para trader sudah mulai keluar dari emerging market,” ungkap Farial.

Senada dengan hal itu, Tonny Mariano, Research & Analyst Esandar Arthamas Berjangka mengatakan jika di tengah ketidakpastian kondisi eksternal, mata uang dolar AS tetap menjadi pilihan utama mata uang yang aman. Terutama karena adanya wacana soal kenaikan acuan di bulan Desember.

Pada perdagangan Rabu, indeks dolar AS tercatat berakhir naik 0,65% ke level 101,7. The Greenback menguat terhadap sebagian mata uang utama di dunia dan sekaligus mencapai angka tertinggi terhadap yen Jepang sejak bulan Maret. Investor kembali menjual obligasi usai data barang tahan lama dan manufaktur meningkat.

“Terjadi lonjakan dolar lagi dan obligasi lagi. Ini semua harus dilakukan mengingat Fed mungkin akan lebih agresif,” ujar Timothy Ghriskey, Kepala Investasi Solaris Asset Management LLC, Kamis (24/11).

Loading...