Dibuka Melemah, Rupiah Nantikan Efek Pemangkasan Suku Bunga BI

Kurs Rupiah Hari IniFrom : //sidomi.com/

Jakarta – Berdasarkan data dari Index, dibuka melemah 0,03 persen atau 4 poin ke posisi Rp 13.012 per AS dalam hari Jumat ini, (21/10). Sebelumnya berakhir di level Rp 13.008 per dolar Amerika Serikat usai diperdagangkan pada rentang Rp 12.984 hingga Rp 13.018 per dolar AS.

Sementara itu, secara mengejutkan di akhir perdagangan kemarin memutuskan untuk melonggarkan kebijakan moneter dengan menurunkan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate sebanyak 25 basis poin ke level 4,75 persen. Suku bunga Deposit Facility turun 25 basis poin menjadi 4 persen dan Lending Facility juga turun 25 basis poin ke 5,50 persen. Suku bunga acuan ini mulai diterapkan efektif per tanggal 21 Oktober .

BI memangkas suku bunga karena pertumbuhan kredit yang lambat dan membutuhkan dorongan tambahan. Pihak BI juga pesimis terhadap nilai pertumbuhan PDB yang hanya akan mencapai 5% di akhir tahun. “Diyakini semakin memperkuat dorongan domestik termasuk kredit, sehingga mendorong momen pertumbuhan ,” ujar Kepala Departemen Komunikasi BI Tirta Sagara di Jakarta, Kamis (20/10).

Di tengah sentimen positif dari ECB, sentimen positif juga akan stabil di keuangan Indonesia. kemudian akan terfokus pada pembahasan RAPBN 2017 dan perolehan tax amnesty periode II. Data ekonomi terdekat sementara ini adalah Oktober 2016 yang diprediksi naik. “Hari ini rupiah berpeluang melanjutkan penguatannya,” ujar Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta.

Meskipun ECB tak mengubah arah kebijakan moneternya, ECB mengindikasikan siap menambah atau memperpanjang kebijakan pembelian aset. Hal tersebut sedikit mengurangi spekulasi dilakukannya tapering off dan direspons dengan pelemahan euro dan turunnya imbal hasil obligasi di seluruh zona Euro meskipun masih tipis sampai dini hari tadi.

Sementara itu pergerakan dolar AS relatif stagnan lantaran pasar tengah menantikan hasil debat capres AS. Ekonom Bank Central Asia, David Sumual menjelaskan jika BI memang mempunyai ruang untuk menurunkan suku bunga.

Loading...