Dibuka Melemah, Potensi Penguatan Rupiah Masih Terbuka

rupiah melemah

Meski harus dibuka , namun rupiah masih berpotensi menguat pada perdagangan awal pekan ini (8/5) menyusul penguatan tajam menanti hasil Pemilu Prancis. Seperti dilaporkan Bloomberg Index, mata uang Garuda mengawali dengan 3 poin atau 0,02% ke level Rp13.333 per . Namun, pada pukul 08.52 WIB, spot mampu berbalik menguat 7 poin atau 0,05% ke Rp13.323 per AS.

“Optimisme sebenarnya mulai muncul di AS menyusul data pertambahan tenaga kerja non-pertanian yang membaik serta turunnya tingkat di Paman Sam,” ujar Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Namun, harapan kemenangan Macron di Pemilu Prancis memicu optimisme lebih tinggi sehingga penguatan dolar justru tertutupi penguatan tajam euro.”

Akhir pekan kemarin, pengangguran di Paman Sam pada bulan April 2017 dilaporkan turun menjadi 4,4% dari bulan sebelumnya yang sebesar 4,5%. Sementara itu, rata-rata upah per jam naik menjadi 0,3% dari 0,1% pada bulan Maret 2017. Adapun data NFP (non-farm payroll), yang menjadi salah satu patokan dalam menaikkan , meningkat menjadi 211.000 pekerja dari bulan sebelumnya di angka 79.000 pekerja.

Berdasarkan data Bloomberg pada Jumat (5/5) kemarin, probabilitas penaikan suku bunga dalam Federal Open Market Committee (FOMC) di bulan Juni 2017 mencapai angka 97,5%. Harapan ini melambung akibat FOMC pada Rabu (3/5) memutuskan mempertahankan tingkat suku bunga dan membaiknya data ekonomi Amerika Serikat.

“Namun, rupiah masih akan bergerak stabil pada pekan ini meski ada tekanan sikap optimisme The Fed terhadap ekonomi AS dan kenaikan suku bunga pada FOMC bulan Juni mendatang,” timpal Analis PT Asia Trade Point Futures, Andri Hardianto. “Pasalnya, juga menanti hasil Pemilu Prancis tahap kedua pada Minggu waktu setempat.”

Loading...