Dibuka Melemah 5 Poin, Rupiah Hari Ini Diprediksi Menguat

Rupiah - ekonomi.kompas.comRupiah - ekonomi.kompas.com

Jakarta dibuka sebesar 5 poin atau 0,04 persen ke posisi Rp 13.885 per AS di awal pagi hari ini, Rabu (6/6). Kemarin, Selasa (5/6), Garuda diperdagangkan terdepresiasi sebesar 2 poin atau 0,01 persen ke level Rp 13.880 per USD di akhir perdagangan.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS melemah 0,14 persen menjadi 93,909 lantaran euro menguat usai laporan Bank Sentral Eropa (ECB) menyatakan akan secara bertahap mengurangi stimulus moneternya.

Mata uang euro juga berhasil memperoleh sentimen usai Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte mengungkapkan bahwa Italia tak mempunyai rencana untuk keluar dari zona euro. Pernyataan Conte tersebut berhasil meredakan kekhawatiran terkait pecahnya zona euro. Mata uang bersama tersebut menguat 0,2 persen terhadap dolar AS di akhir perdagangan usai adanya kabar terkait Italia ini.

Walaupun rupiah saat ini melemah, sejumlah analis mengatakan jika mata uang Garuda masih berpotensi untuk menguat di pasar spot. Menurut Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih, menjelang Hari Raya Idul Fitri, pasar sudah mulai sepi, sehingga apabila Bank Indonesia (BI) ingin melakukan intervensi yang lebih banyak maka rupiah bisa berpotensi untuk melesat ke level Rp 13.850 per USD.

Lebih lanjut Lana menjelaskan jika penguatan rupiah dipengaruhi oleh 2 hal. Dari dalam negeri, terhadap dolar AS menurutnya telah mengalami penurunan yang cukup banyak. Sedangkan dampak global masih dipengaruhi oleh pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Singapura, sehingga dapat menambah optimisme pasar. “Jadi trennya rupiah malah lebih banyak menguat, bisa saja rupiah mencapai Rp 13.850,” ujar Lana seperti dilansir Kontan.

Senada, menurut Ekonom BCA David Sumual, gerak rupiah sejak Senin kemarin tergolong stabil. “Rupiah besok (hari ini) bisa menguat karena dibantu data yang cukup bagus sebelumnya dan ditambah investor yang berminat kembali memburu obligasi negara,” pungkasnya.

Loading...