Dibuka Melemah 41 Poin, Rupiah Masih Menghadapi Tekanan di Awal Pekan

Peluang untuk kembali berkutat di zona merah pada Senin (25/4) ini diperkirakan masih terbuka lebar. Pasalnya, pelemahan mata uang Garuda biasanya lebih intens terjadi pada kuartal kedua, seiring pembagian dividen perusahaan yang dibarengi tingginya repatriasi dana asing.

Menurut laporan Index, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan dibuka melemah 41 poin atau 0,31% ke posisi Rp13.235 per AS. Kemudian, mata uang Garuda kembali 46 poin atau 0,35% ke level Rp13.240 per AS pada pukul 08.35 WIB.

“Tekanan pelemahan rupiah biasanya lebih intens terjadi pada kuartal II, bersamaan dengan pembagian dividen perusahaan yang biasanya juga dibarengi oleh tingginya repatriasi dana asing,” kata Ekonom Samuel Sekuritas , Rangga Cipta. “Di sisi lain, penguatan dolar AS juga berpeluang bertahan, setidaknya hingga hasil FOMC meeting pada Kamis dini hari.”

Namun, indeks dolar AS terpantau melemah pada perdagangan pagi ini dengan 0,08% ke level 95,039. Dolar AS melanjutkan pelemahan usai dibuka di zona merah dengan 0,02% ke posisi 95,098, sekaligus mengakhiri reli penguatan selama tiga hari beruntun.

Meski terlihat menurun, tetapi indeks dolar AS berpeluang tetap perkasa setidaknya hingga tengah pekan ini. “Indeks dolar AS memperoleh momentum penguatan seiring dengan fokus yang beralih ke FOMC meeting pada 28-29 April mendatang,” sambung Rangga.

Sebelumnya, pada perdagangan akhir pekan (22/4) kemarin, rupiah ditutup melemah 41 poin ke Rp13.194 per dolar AS. “Kuatnya minyak tidak berpengaruh signifikan menghadirkan penguatan rupiah pada akhir pekan lalu,” pungkas Rangga.

Loading...