Dibuka Melemah 36 Poin, Laju Rupiah Bergantung Pengumuman BI Rate

Pergerakan rupiah pada Kamis (21/4) sangat bergantung pada BI rate yang akan diumumkan . Sementara dari faktor eksternal, nilai tukar mata uang Garuda juga dipengaruhi perkembangan harga dunia.

Menurut laporan Index, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan dibuka melemah 36 poin atau 0,27% ke 13.180 per dolar AS. Kemudian, mata uang Garuda kembali 32 poin atau 0,24% ke level Rp13.176 per dolar AS pada pukul 08.19 WIB. Sementara itu, indeks dolar AS pada pagi ini terpantau tipis 0,04% ke level 94,529.

“Pergerakan rupiah tidak banyak berubah lantaran belum ada sentimen yang cukup kuat,” papar Research and Analyst Monex Investindo Futures, Agus Chandra. “Laju rupiah masih menanti pengumuman suku bunga BI pada Kamis ini.”

Sementara, Analis Pasar Uang Bank Mandiri, Rully Arya Wisnubroto, menambahkan bahwa kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga di level 6,75%. “Dari sisi eksternal, pergerakan rupiah juga mengikuti perkembangan harga minyak dunia,” kata Rully.

Ditambahkannya, tekanan global terhadap rupiah makin berkurang karena kemungkinan besar belum akan menaikkan suku bunga pada Juni ini. Selain itu, pelonggaran kebijakan moneter di Eropa dan Jepang dapat membantu menopang rupiah. “Namun di sisi lain, rupiah juga menghadapi risiko keluarnya daru Uni Eropa alias Brexit,” sambungnya.

Rully memperkirakan, rupiah pada hari ini akan menguat di kisaran Rp13.095 hingga Rp13.170 per dolar AS. Sementara, Agus meramal rupiah menguat di kisaran Rp13.000 hingga Rp13.275 per dolar AS.

Pada perdagangan Rabu (20/4) kemarin, rupiah ditutup melemah 8 poin atau 0,06% ke Rp13.144 per dolar AS. Rupiah bergerak di saat pasar masih fokus mengamati keputusan besaran BI rate.

Loading...