Dibuka Melemah 23 Poin, Koreksi Teknikal Bayangi Rupiah

Rupiah diprediksi masih rentan mengalami koreksi pada sesi dagang awal pekan (13/2) ini imbas pernyataan Trump tentang pemangkasan pajak dan ketidakpastian di Zona Eropa. Seperti diwartakan Index, rupiah mengawali hari ini dengan 23 poin atau 0,17% ke Rp13.335 per dolar . Kemudian, pada pukul 08.30 WIB, spot kembali 13 poin atau 0,10% ke posisi Rp13.325 per dolar .

“Pernyataan Donald Trump yang ingin mereformasi pajak membuat pergerakan dolar AS terus ,” ujar Research and Analyst Monex Investindo Futures, Faisyal. “Selain itu, pelaku pasar juga menghindari aset berisiko di tengah ketidakpastian kondisi politik di Zona Eropa.”

Akhir pekan kemarin, Presiden AS, Donald Trump, memang melemparkan janji bahwa pemerintahannya akan segera menetapkan reformasi pajak dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Janji tersebut menghidupkan kembali optimisme tentang prospek stimulus fiskal di AS. Imbasnya, dolar AS kembali menguat 0,02% ke level 100,82 pada awal dagang hari ini, melanjutkan tren positif yang sudah terjadi sejak 1 Februari lalu.

“Pelemahan rupiah saat ini merupakan koreksi teknikal karena bila dilihat dalam sepekan, rupiah masih menguat,” timpal Analis Pasar Uang Bank Mandiri, Rully Arya Wisnubroto. “Rupiah menguat berkat keputusan Moody’s Investors Services yang memperbaiki outlook peringkat surat dari stabil menjadi positif.”

Oleh karena itu, Rully memperkirakan rupiah pada hari ini bakal melemah dengan rentang antara Rp13.295 hingga Rp13.345 per dolar AS. Sementara itu, Faisyal memprediksi mata uang Garuda akan melemah terbatas pada kisaran Rp13.250 hingga Rp13.330 per dolar AS.

Sementara itu, sedikit berbeda, Analis Senior Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, menuturkan bahwa rupiah pada awal pekan ini masih berpeluang menguat karena masih adanya sejumlah sentimen positif, mulai ari kenaikan view peringkat Indonesia oleh Moody’s hingga ekspektasi rilis current account. “Rupiah akan bergerak di kisaran support Rp13.326 per dolar AS dan resistance Rp13.258 per dolar AS,” kata Reza.

Loading...