Dibuka Melemah 19 Poin, Ruang Penguatan Rupiah Relatif Lebih Sempit

Penguatan rupiah diramal masih bisa berlanjut pada Selasa (21/6) ini meski dengan rentang yang lebih sempit. Pasalnya, pasar akan lebih mengantisipasi pernyataan Gubernur The Fed, Janet Yellen, yang akan disampaikan pada Selasa malam.

Menurut laporan Index, rupiah mengawali perdagangan dengan 19 poin atau 0,14% di posisi Rp13.271 per AS. Kemudian, Garuda kembali 35 poin atau 0,26% ke level Rp13.287 per dolar AS pada pukul 08.39 WIB. Sementara itu, dolar AS juga terpantau melemah 0,034 poin atau 0,04% ke level 93,577 pada pukul 06.58 WIB.

“Momentum penguatan rupiah masih ada, namun rentangnya sudah lebih sempit,” kata Research and Analyst PT Garuda Berjangka, Sri Wahyudi. “Ini mengingat pasar akan lebih mengantisipasi pernyataan Janet Yellen.”

Yellen diramal akan kembali melemparkan pernyataan dovish. Hal tersebut tentunya akan membuat pelaku pasar sejenak meninggalkan dolar AS dan jadi kesempatan bagi mata uang Garuda untuk unggul. “Di tengah ketidakpastian ini, potensi penguatan rupiah masih bisa terlihat,” sambungnya.

Selain itu, laju rupiah juga bisa ditopang oleh penguatan yen Jepang sebagai sesama mata uang . Menurut Kepala Strategi SMBC Friend Securities Co., Toshihiko Matsuno, Yellen mungkin akan menggarisbawahi kecemasan akan , yang akan semakin menekan pergerakan dolar dan mendorong untuk yen. “Selain itu, masih ada waktu hingga referendum serta kesempatan bagi opini publik yang telah cenderung bertahan untuk berubah,” katanya.

Loading...