Dibuka Melemah 17 Poin, Peringkat Layak S&P Jadi Pengganjal Laju Rupiah

www.liputan6.com

Menurunnya indeks dolar AS pada tadi malam seharusnya bisa mendorong penguatan sepanjang hari ini (2/6). Namun, dampak negatif dari tidak diberikannya peringkat layak oleh S&P bisa menjadi penghambat pergerakan Garuda.

Menurut Index, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan dibuka 17 poin atau 0,12% di level Rp13.678 per dolar AS. Kemudian, mata uang Garuda kembali melanjutkan pelemahan 16 poin atau 0,12% ke posisi Rp13.677 per dolar AS pada pukul 08.24 WIB.

“Indeks dolar AS yang terkoreksi semalam sebenarnya bisa mendorong penguatan rupiah,” kata Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Tetapi, dampak negatif tidak diberikannya peringkat layak investasi oleh S&P kemarin malam bisa meminta depresiasi rupiah dan aksi jual aset berdenominasi rupiah lainnya.”

Indeks dolar AS terkoreksi hingga dini hari tadi WIB meski mayoritas data ekonomi AS diumumkan membaik. Berdasarkan laporan Institute for Supply Management pada Rabu (1/6) kemarin, kegiatan di AS berkembang lebih cepat di bulan Mei, dengan indeks ISM ke 51,3 dari 50,8 di bulan sebelumnya.

Sementara itu, Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, mengungkapkan bahwa yang melonjak dari bulan sebelumnya dan belum adanya kabar kenaikan rating Indonesia bisa memberikan tekanan pada laju rupiah. IHK year-on-year berada di 3,33%, sedangkan lembaga Standard and Poor’s (S&P) kembali mempertahankan peringkat Indonesia pada level BB+/positive outlook pada 1 Juni 2016.

“Sentimen-sentimen tersebut membuat laju rupiah kembali mengalami pelemahan,” papar Reza. “Kurs tengah rupiah pada hari ini akan bergerak di kisaran support Rp13.685 per dolar AS dan resisten Rp13.665 per dolar AS.”

Loading...