Dibuka Melemah 15 Poin, Rupiah Sentuh Level Rp13.900/USD

Rupiah - bisnis.comRupiah - bisnis.com

Rupiah belum mampu lepas dari tren negatif pada pembukaan perdagangan awal pekan (23/4) ini, bahkan menyentuh level Rp13.900 per . Seperti dilaporkan Index, Garuda mengawali dengan melemah 15 poin atau 0,11% ke level Rp13.908 per dolar AS. Sebelumnya, spot sudah ditutup anjlok 108 poin atau 0,78% di posisi Rp13.893 per dolar AS pada akhir pekan (20/4) kemarin.

“Rupiah melemah karena Bank Indonesia pada pekan kemarin mempertahankan acuan di level 4,25%,” ulas ekonom Bank Permata, Josua Pardede, seperti dilansir dari Kontan. “Di sisi lain, indeks dolar AS sedang menguat terhadap semua valuta dunia, yang berimbas ke mata uang Benua Asia, termasuk rupiah.”

Hampir senada, analis Global Kapital Investama, Nizar Hilmy, menilai bahwa rupiah masih bisa tertekan. Pasalnya, asing kerap keluar dari saham maupun obligasi dalam negeri menjelang pemilu. Spekulasi kenaikan suku bunga membuat net sell asing di saham mencapai Rp7,7 triliun dalam sebulan terakhir. “Sepekan ke depan, ada potensi rupiah turun ke level Rp14.000 per dolar AS,” kata Nizar.

Sementara itu, dari pasar global, indeks dolar AS diperkirakan akan melanjutkan tren penguatan sepanjang pekan ini, setelah berhasil mencapai level tertinggi dalam dua pekan, seiring dengan imbal hasil Treasury AS yang positif. Imbal hasil Treasury AS jangka menengah (10 tahun) dan jangka panjang (30 tahun) telah naik cukup tajam pada perdagangan akhir pekan lalu, masing-masing sebesar 5 basis poin (bps) ke level 2,91% dan 3,10%.

“Imbal hasil Treasury AS yang lebih tinggi telah berkontribusi terhadap kenaikan greenback,” papar analis investor senior di Manulife Asset Management di Boston, Chuck Tomes. “Pejabat The Fed juga telah mengisyaratkan kenaikan suku bunga lebih lanjut pada 2018 berdasarkan fakta dari pertumbuhan Paman Sam yang stabil.”

Loading...