Dibuka Anjlok 62 Poin, Sentimen FOMC Meeting Jadi Penghalang Laju Rupiah

Rupiah diprediksi masih akan melanjutkan tren pelemahan pada perdagangan hari ini (19/5). Pasalnya, indeks AS kembali tajam usai peluncuran notulensi rapat FOMC yang sekaligus menekan laju harga .

Menurut Index, mata uang Garuda mengawali perdagangan hari ini dengan 62 poin atau 0,42% di posisi Rp13.442 per dolar AS. Kemudian, rupiah kembali 68 poin atau 0,50% ke level Rp13.448 per dolar AS pada pukul 08.12 WIB.

“Ruang pelemahan rupiah terbuka lebar pada hari ini,” ujar Ekonom Samuel Sekuritas , Rangga Cipta. “Ini menyusul penguatan tajam indeks dolar AS dan harga minyak dunia yang turun drastis.”

Indeks dolar AS langsung menguat tajam usai notulensi FOMC meeting menunjukkan keinginan pengetatan para anggota dewan gubernur. Dolar AS terpantau naik 0,106 poin atau 0,11% ke level 95,186 pada pukul 07.03 WIB usai dibuka menguat 0,091 poin atau 0,10% di posisi 95,171. Naiknya indeks dolar AS ini sekaligus menekan laju harga minyak dunia.

Senada, Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, mengemukakan bahwa ekspektasi penguatan rupiah akan terhalangi sentimen dari . Perkiraan akan tetapnya yang dianggap sesuai dengan perkembangan makro-ekonomi awalnya memberikan kesempatan penguatan rupiah. Namun, sentimen ini dirasa masih belum cukup menopang laju mata uang Garuda.

“Dengan adanya sentimen The Fed, dikhawatirkan membuat rupiah melemah untuk sementara waktu,” kata Reza. “Rupiah hari ini akan bergerak pada rentang support Rp13.323 per dolar AS serta resisten Rp13.310 per dolar AS.”

Loading...