Diberikan Pada Ayam Usia 0-21 Hari, Harga Pakan BR1 Comfeed Sekitar Rp 242 Ribuan

harga, pakan, br1, comfeed, ayam, broiler, pakan, ternak, risiko, bibit, suplai, berkualitas, harapan, hasil, produk, turunan, di, pasaran, aspek, kandang, organik, lembaga, japfa, usia, hariPakan ayam broiler BR1 merek Comfeed (sumber: Bukalapak)

Beternak broiler merupakan bisnis yang memiliki prospek sangat bagus. Bisnis ini terus tumbuh mengingat permintaannya yang sangat tinggi. Dari broiler ini bisa dijadikan franchise krispi yang semakin menjamur dengan berbagai merek.

Untuk ayam broiler dari usia 0 hingga 21 hari, sebaiknya diberi makan BR1 dari Japfa Comfeed. Ini merupakan untuk anak ayam yang masih kecil. ini di sekitar Rp 242 ribu per 1 sak isi 50 kg.

Selain mendatangkan keuntungan, beternak ayam broiler juga berisiko. Hal pertama adalah kualitas ternak ayam. Ayam broiler membutuhkan perawatan cukup ekstra untuk menghindari penyakit yang disebabkan karena berbagai faktor seperti kondisi cuaca.

Kemudian, teknik pemberian makan ayam baik dari kuantitas maupun kualitas pakannya sangat berpengaruh pada kualitas ternak ayam nantinya. Selanjutnya adalah harga yang fluktuatif. Harga ayam di pasaran disebabkan karena meningkatnya atau menurunnya daya beli masyarakat, maupun faktor-faktor lain. Beberapa kasus diketahui harga ayam jatuh karena gagal ayam, dalam arti kualitas ayam yang dibesarkan ternyata tidak bagus namun tetap dilempar ke pasaran.

Aspek lingkungan juga dinilai berisiko seperti bau yang tidak sedap, membuat berisik dan semacamnya. Pada dengan skala yang sudah besar, mereka biasanya membangun peternakan jauh dari lingkungan warga. Ini memberikan permasalahan lain seperti aspek keamanan dari kandang itu sendiri.

Meskipun ada risiko, namun tidak sedikit warga yang tetap berminat beternak ayam broiler. Seperti di Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Di daerah itu, didirikan BUMDes (Badan ) Maju Bersama Rasau Jaya Launching Ayam Broiler Organik Bersama Dinas Sosial Kubu Raya dan My Agro.

Lembaga ini bergerak di bidang kemasyarakatan dengan tujuan untuk mensejahterakan kehidupan masyarakat desa. Kegiatan BUMDes antara lain membuat kerajinan tangan berbahan dasar dari jagung menjadi tempat tisu, bunga dan lain sebagainya, jamur tiram yang memanfaatkan tongkol jagung sebagai medianya dan ayam organik.

“Lembaga ini harus sering rembuk desa atau diskusi bersama petani agar mendapatkan masalah yang belum terpecahkan, dengan cara berdiskusi otak kita terangsang untuk berpikir keras untuk menyelesaikan suatu masalah,” ujar Ibrahim. M. Sc, pegawai Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Kab. Kubu Raya.

Bumdes bekerjasama dengan My Agro untuk mendapatkan suplai bibit ayam yang berkualitas. “Harapan dari My Agro petani harus berkomitmen agar mendapatkan hasil yang baik sehingga kita bersama dapat memenuhi kebutuhan ayam di pasaran. Produk turunan juga bakal ada apabila petani atau masyarakat benar-benar berkomitmen dalam budidaya ayam organik ini seperti sosis, nugget dan lain sebagainya,” kata Uray, pimpinan dari My Agro.

Loading...