Dibedakan Antara Santri Putra & Putri, Ini Rincian Biaya Pesantren Bina Madani

Pesantren Bina Madani - www.binamadani.org

Demi menanamkan sejak dini, beberapa orang tua biasanya memutuskan menyekolahkan -anak mereka ke yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Di kawasan Bogor, Jawa Barat, terdapat salah satu ponpes yang cukup terkenal, yakni Ma’Had Bina Madani. yang dibangun sejak tahun 2005 silam ini mencetak para penghafal yang berasal dari segala penjuru Indonesia. pendidikan di Bina Madani biasanya dibedakan antara santri perempuan dan laki-laki.

“Bina Madani adalah ma’had tahfidz Al-Quran dan ta’lim Bahasa Arab sebagai ma’had pencetak para hafidzul Qur’an yang berkualitas, dan bisa berbahasa Arab dengan baik dan lancar,” demikian klaim Bina Madani melalui website resminya.

Untuk penerimaan santri baru (PSB) tahun ajaran 2018/2019 ini Bina Madani membuka sejak Januari 2018 lalu. Biaya yang dikenakan untuk calon santri putra dan putri adalah Rp 150.000, kemudian calon santri juga diwajibkan membayar biaya karantina sebesar Rp 300.000. Apabila santri dinyatakan lolos seleksi, maka mereka juga akan diminta membayar infaq perlengkapan pribadi sebesar Rp 3.500.000 untuk santri putri atau Rp 3.300.000 untuk santri putra.

Sebelum resmi masuk Pesantren Bina Madani, para calon santri memang masih harus melalui yang panjang. Pasalnya mereka diharuskan mengikuti beberapa tahapan ujian mulai dari ujian tahap I yang meliputi bacaan Alquran dan akademik, kemudian ujian tahap II berupa karantina, serta tahap terakhir adalah psikotes. Masa pendidikan di Bina Madani adalah 6 tahun, sedangkan pendaftar dari SD/MI akan ditambah masa pengabdian selama 1 tahun.

Karena merupakan sekolah berbasis Islam, kurikulum yang diajarkan untuk tingkat Madrasah Tsanawiyah/SMP dan Madrasah Aliyah/SMA di Bina Madani pun sarat dengan nuansa agama Islam. Di tingkat MTs, para santri diajarkan mata seperti tahfidz, tajwid, Bahasa Arab, nahwu, shorof, hadits, aqidah, fiqih, hingga siroh. Sedangkan di tingkat MA, pelajarannya sebagian besar masih sama, namun ditambah mata lain seperti mustholah hadits, tafsir, tauhid, usul fiqih, faroidh, ta’bir, balaghoh, adab, hingga khot.

Loading...