Dibebankan Per Bulan, Nominal Biaya ATM BCA Sesuai Fasilitas Kartu Masing-masing

biaya, atm, bca, per, bulan, nasabah, membuka, tabungan, Tahapan, jenis, kartu, mesin, EDC, administrasi, silver, gold, khusus, counter, transaksi, platinum, NPG, digital, internet, mobile, banking, fasilitasIlustrasi: transaksi via ATM BCA (mediaindonesia.com)

Di (Bank Central Asia), setiap nasabah yang membuka tabungan akan mendapatkan Kartu . Misalnya saja untuk nasabah Tahapan . Terdapat beberapa jenis kartu Tahapan dengan biaya administrasi per bulan yang disesuaikan dengan fasilitas masing-masing.

Untuk jenis kartu Silver/khusus counter, dikenai biaya administrasi ATM per bulan sebesar Rp 15.000 per bulan. Pemegang kartu Gold akan dikenai biaya sebesar Rp 17.000 per bulan. Sedangkan, untuk pemegang kartu Platinum, dibebani biaya sebesar Rp 20.000 per bulan.

Pemegang kartu ATM dapat melakukan di berbagai tempat yang memiliki peralatan pendukung (mesin/EDC). Misalnya, tentu saja di ATM BCA. Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Santoso, menuturkan, bahwa sampai saat ini, BCA memiliki kurang lebih 17.500 mesin ATM. Kendati demikian, biaya investasi yang dikeluarkan perseroan untuk ATM sebenarnya cukup kompetitif.

Menurutnya, rata-rata transaksi nasabah pada satu mesin ATM mencapai sekitar 13.500 transaksi per bulan. Khusus pada jam sibuk, yaitu pukul 08.00 hingga 20.00, rata-rata transaksi pada mesin ATM terjadi setiap 2,5 menit sekali.

Topik mengenai transaksi di ATM tersebut berkaitan dengan upaya (BI) untuk mewujudkan gerbang pembayaran nasional (National Payment Gateway/NPG) yang akan dimulai pada interkoneksi dan interoperabilitas kartu debit/ATM. Selain diyakini dapat menghemat biaya investasi bank, BCA menilai NPG dapat mengurangi antrean nasabah di mesin ATM.

“Kalau lebih tinggi lagi (transaksi ATM), antrean ATM akan lebih banyak. Dengan NPG, antrean ATM tidak akan lebih panjang karena nanti penggunaan ATM bisa lebih tersebar,” ujar Santoso.

Santoso mengaku bahwa selama ini, BCA berinvestasi cukup besar guna membangunĀ infrastruktur jaringan, terutama mesin ATM. Hal tersebut dinilai cukup melelahkan dan menimbulkan biaya yang tinggi bagi BCA.

“Dulu BCA pasang ATM di mana-mana, tapi memang investasinya besar dan melelahkan. Sekarang dengan NPG, level kompetisi berubah tidak lagi ke infrastruktur tapi kepada dan efisiensi yang ditawarkan pada konsumen,” ungkapnya.

Melalui NPG, menurutnya, bank bisa melakukan penghematan dalam mengeluarkan investasi guna membangun infrastruktur sistem pembayaran. Pasalnya, biaya investasi tersebut bisa ditanggung secara bersama-sama oleh beberapa perbankan.

Sementara itu, selain melalui ATM, nasabah BCA juga bisa melakukan transaksi dengan memanfaatkan teknologi digital lainnya, seperti mobile dan . Hal tersebut dikatakan juga oleh Direktur BCA, Santoso.

“Kalau digital termasuk ATM, mobile banking dan internet banking itu 97% transaksi kami di situ, 3% sisanya di kantor cabang,” ujarnya. Santoso menambahkan, selain dari sisi bisnis transactional banking, peran digital juga membantu mendorong pertumbuhan kinerja terutama dari sisi fee based income perseroan.

Loading...