Dibanderol Harga Variatif, Kain Flanel Untuk Bedong Bayi Tersedia Berbagai Motif Dan Ukuran

harga, kain, flanel, untuk, bedong, bayi, hangat, pertumbuhan, tulang, tradisi, kebiasaan, tidak, baik, orang, tua, normal, panggul, sendi, posisi, tengkurap, kelainan, awal, di, pasaran, variatif, motif, warna, ukuranBedong bayi dari kain flanel (sumber: Tokopedia)

flanel biasanya digunakan untuk bahan kerajinan. flanel sendiri adalah yang terbuat dari bahan serat wol di mana dalam pembuatannya diberi perlakuan heating compression/pemanasan dan penguapan.

Selain dibuat kerajinan, kain itu juga bisa untuk bedong . Di , harganya terbilang variatif, mulai dari yang murah hingga mahal. yang termasuk murah itu sekitar Rp 14 ribuan hingga Rp 20 ribuan. Sementara, yang relatif mahal itu bisa di atas Rp 100 ribuan.

Tidak hanya bisa didapatkan di perlengkapan bayi, kain flanel juga bisa dibeli secara online. Pilihan , motif, serta ukurannya juga beragam. Bahan dari kain flanel dinilai lembut dan bisa memberi rasa hangat pada bayi.

Bedong sudah menjadi tradisi bagi siapa saja yang baru melahirkan. Bayi akan diselimuti kain bedong ke seluruh tubuhnya kecuali bagian kepala. Di samping itu, membedong juga dianggap dapat mencegah kelainan pertumbuhan tulang khususnya kaki pada .
Biasanya hal itu dilakukan ketika bayi selesai mandi.

Namun, ternyata menurut beberapa dokter, bedong itu bukan kebiasaan yang baik. Menurut dokter spesialis bedah ortopedi Faisal Miraj yang praktik di Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya mengatakan membedong bayi dapat mengakibatkan dislokasi panggul. “Orang membedong anggapannya biar kaki enggak bengkok, padahal ini berbahaya,” kata dr. Faisal.

Faisal menjelaskan bayi memiliki sendi panggul yang lentur. Kebiasaan membedong membuat posisi kaki bayi lurus dan rapat. Sendi panggul yang lentur ini kemudian tertarik masuk. Namun saat bedong dilepas, sendi panggul akan kembali keluar. Kebiasaan pasang dan lepas bedong berulang justru akan menyebabkan sendi panggul lama-kelamaan keluar.

Lebih lanjut, ia menambahkan membedong dapat membuat pertumbuhan tulang anak terganggu. Panjang tungkai berbeda dan anak dapat berdiri atau berjalan miring. “Di sini seharusnya mangkok sendi bagus, bonggol panggul berada pada tempatnya, tapi terjadi dislokasi panggul,” imbuhnya.

Dislokasi panggul ini akan juga berisiko menyebabkan kepincangan karena panjang kaki yang berbeda. Sendi panggul yang abnormal ini terlihat dari jumlah lipatan pada kulit paha belakang. Saat bayi pada posisi tengkurap, perhatikan lipatan pada kulitnya. Menurut dr. Faisal, jika jumlahnya berbeda antara kedua sisinya, maka ada sesuatu yang salah pada sendi panggul.

Faisal pun mengingatkan orang tua untuk tidak lagi membedong bayinya. Sebaiknya bayi dibiarkan pada posisi natural yakni agak mengangkang. Pada posisi ini, bonggol panggul berada pada mangkoknya sehingga pertumbuhan tulang anak normal. Orang tua pun tak perlu khawatir kaki anak bakal bengkok.

Selain bedong yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tulang, orang tua juga perlu memerhatikan penggunaan baby walker atau sejenis mainan yang dapat merangsang motorik anak untuk berjalan. Faisal berkata salah satu penyebab kelainan ortopedi anak ialah early walker atau fase berjalan anak yang terlalu awal.

Loading...