Dibanderol Harga Rp 15juta, Waralaba B Express Fried Chicken Tawarkan Kemitraan

B Exprezz Fried Chicken - (Sumber: olx.co.id)B Exprezz Fried Chicken - (Sumber: olx.co.id)

Bisnis waralaba atau franchise sering diminati, karena dan keuangannya sudah tertata. Biasanya, bisnis ini menawarkan program kemitraan, yang terdiri dari booth, menu serta kisaran harga. Anda juga dapat memilih paket sesuai kemampuan.

Salah satu franchise yang dapat menjadi pilihan adalah B Exprezz Fried Chicken, yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang cepat saji dengan konsep kemitraan kelas menengah. Hadir dengan konsep booth/rombong dan menggunakan bahan dasar ayam.

Bagi Anda yang berminat menjadi mitra, untuk harga waralaba B Exprezz Fried Chicken sebesar Rp 15.000.000. utama B Exprezz adalah ayam goreng crispy atau sering dikenal dengan fried chicken. ini dianggap sebagai alternatif utama mayoritas masyarakat Indonesia dalam hal pemilihan menu makanan sehari-hari.

Bisnis ini sudah terdapat di beberapa kota seperti Makassar, Bali, Palembang, Lampung, Kalimantan, dan di wilayah Jawa (Jawa Tengah, Barat dan Timur). Produk ini telah terdaftar di dagang, serta bersertifikat halal dari MUI. Bisnis ini juga menawarkan keuntungan 100% milik mitra.

Keuntungan lain yang didapatkan apabila menjadi mitra B Exprezz Fried Chicken adalah ketersediaan , pengiriman baku tanpa biaya, mendapatkan perlengkapan booth serta alat pendukung lain yang modern, serta training (pelatihan) masak konsep resto gratis.

Mitra bisnis di bidang kuliner ini sudah tersebar juga di daerah Jawa Tengah, seperti di Wonosari Kidul, untuk satu potong ayam B Exprezz Fried Chicken antara Rp 6.500-15.000.

Selain memilih menjadi mitra bisnis franchise, Anda juga dapat membuka sendiri usaha fried chicken dengan bumbu racikan sendiri, seperti yang dilakukan oleh Rahman.

“Awalnya 6 tahun lalu hanya coba-coba. Bumbu raciknya juga beli yang siap olah, waktu itu sekitar Rp. 15.000 untuk satu hari, cukup untuk 10 ekor. Tapi lama-lama mencoba sendiri. Sempat gagal, tapi terus saya coba hingga akhirnya ketemu komposisi yang pas. Sekarang bumbunya buat sendiri, jauh lebih hemat,” ungkapnya.

Setiap hari, ia menghabiskan 10 ekor ayam, masing-masing berukuran 1,2 kg. Tiap ekor dibagi menjadi 16 bagian. Karena ukurannya kecil, Rahman menjual ayamnya seharga Rp 3.500 per potong.

“Lebih baik harganya murah tapi kecil, jadi pas untuk pembeli yang kita sasar,” tutur pria tersebut. Biasanya ia menjajakan jualannya di kawasan Bekasi Utara.

Mengenai omzet yang didapat, Rahman mengaku mendapatkan keuntungan setengah dari yang ia dapat setiap hari. “Tiap hari omzetnya bisa lebih dari Rp 500.000, dan untungnya sekitar setengahnya, sekitar Rp 200.000 per hari pendapatan bersihnya,” ungkapnya.

Rahman juga rutin menerima pesanan ayam goreng dalam jumlah besar di lingkungan tempatnya berjualan. “Langganan saya biasanya bukan beli satu atau dua potong, tapi langsung sebut Rp 10.000, Rp 20.000. Itu langsung saya beri 3 atau 6 potong. Pembeli sudah pada tahu,” ujar Rahman.

Dibanding usaha bidang kuliner lain, ayam dinilai lebih praktis dengan keuntungan lumayan. Bisnis ini akan berjalan sukses apabila dijalankan dengan konsisten dan menguasai ilmu untuk mengelolanya.

Loading...