Dianggap Sebagai Modal Awal Bisnis Bensin Eceran, Alat Pertamini Dijual Mulai Harga Rp 4.900.000

Pertamini - (Sumber: zetizen.com)Pertamini - (Sumber: zetizen.com)

Bisnis bensin eceran mulai banyak diminati . Hal ini didorong karena yang didapat per harinya bisa dikatakan menggiurkan. Untuk memiliki atau membuka bisnis tersebut, modal awalnya adalah Anda bisa memulainya dengan membeli alat (box) Pertamini, yang dijual mulai dari Rp 4.900.000-28.000.000.

Hal itu senada dengan perkataan pemilik Pertamini di daerah Kota Cirebon. “Modalnya itu buat beli box Pertamini. Itu bukan dari pertamina SPBU ya,” ujar H Edi, pemilik Pertamini di Jl Ciremai Giri, Perumnas, Kota Cirebon.

Alat Pertamini tersebut dilengkapi dengan alat otomatis seperti yang ada di SPBU. “Ada meteran literan dan harganya di sana, jadi seperti SPBU versi kecil,” terangnya.

Edi mengungkapkan, bisnis Pertamini ini bisa jadi sampingan. Dalam sehari, ia mampu menjual 50 liter bensin. Jika Pertamini Edi dalam sehari menghabiskan 50 liter, maka bisa dipastikan setiap harinya ia bisa mendapatkan Rp100 ribu. Dalam 30 hari berarti mendapat Rp3 juta. Keuntungan menarik untuk bisnis sampingan.

Belum lagi jika Edi juga menjual BBM jenis , tentunya keuntungan Edi bisa bertambah dua kali lipat. Meskipun harga yang dijualnya itu terpaut jauh dari harga normal SPBU, rupanya tidak mempersoalkan.

Rata-rata mereka yang membeli merupakan orang-orang yang tempat tinggalnya dekat dengan Pertamini. “Kita jual dengan harga sama dengan pertamini yang lainnya,” paparnya.

Sementara itu, memastikan akan merangkul pengecer BBM Pertamini sebagai sup penyalur resmi, terhitung Oktober 2017. Namun, mereka akan menjual secara khusus produk baru, bernama G-Lite.

Sekjen DPD Hiswana Migas (Himpunan Swasta Nasional Minyak dan Gas Bumi) Sumbagsel, Nina Hikmah, mengungkap hal tersebut. “Kami yang mengusulkan itu dan memang kini regulasinya tengah disusun BPH Migas. Targetnya Oktober bisa jalan di Sumsel,” ujarnya.

Pertimbangan adanya peresmian (pelegalan) Pertamini sebagai penyalur resmi BBM dari Pertamina, diungkapkan Nina, hal tersebut didorong karena masalah ‘safety’. “BBM-nya pun tidak jelas ngambil di mana. Dengan pelegalan, maka Pertamini terkoordinir dan terarah. Terutama masalah safety,” ujarnya. Diakui Nina, Pertamini nanti menjual G-Lite. Di SPBU setara Pertalite dengan RON 90.

Supaya dapat terlaksana dengan baik, pihaknya nanti juga akan mengatur keseragaman, baik itu booth Pertamini (dispenser dan noozle), operator, seragam, dan branding. “Operatornya wajib mengikuti pelatihan, jadi betul-betul dan mirip SPBU,” ujarnya. Drum untuk menyimpan BBM juga tak boleh sembarangan, harus bekas avtur.

Saat ini pihaknya tengah membuat peta pemasaran terlebih dahulu bersama DPC. Sebab jangan sampai keberadaannya justru mengacaukan SPBU. “Pertamini ini tak terbatas dengan pemilik kios yang sudah ada. Bagi masyarakat yang ingin buat Pertamini juga silakan. Hanya memang kita prioritaskan daerah pelosok yang belum punya SPBU supaya distribusi BBM lancar,” ucapnya. Pihaknya juga belum melihat jumlah pasti Pertamini, tetapi ia melihat dalam radius 100 meter sepanjang jalan sudah ada kios tersebut.

Loading...