Dianggap Sebagai Lambang Kebanggaan, Harga Kostum Bola Satu Lusin Dijual Rp 500 Ribuan

Jersey SepakbolaJersey Sepakbola

Bagi sepak bola atau futsal pasti menyukai barang satu ini, yaitu kostum bola. Kostum dengan logo, nomor punggung dan warna tertentu tersebut banyak disukai karena melambangkan kebanggaan mereka terhadap klub sepakbola tertentu, baik yang berasal dari luar ataupun dalam negeri.

Di Indonesia sendiri, ada beberapa tempat yang membuka usaha membuat kostum bola dalam jumlah satuan atau lusinan (misal 1 lusin, 2 lusin, dan seterusnya). Harganya pun bermacam-macam. Misalnya, untuk satu stel kostum bola dibanderol harga Rp 50.000. Tetapi, jika Anda ingin memesannya dalam jumlah 1 lusin (12 setel), harganya Rp 570.000.

Berbisnis kostum bola atau menjual jersey bisa menjadi salah satu usaha yang menguntungkan. “Selama orang masih mencintai sepakbola, selama itu pula kostum sepakbola akan tetap bertahan,” kata Dedy Nazaruddin, pemilik kios Solid Football, di Jakarta Selatan.

Berbeda dengan usaha pemesanan kostum bola, ia menjual jersey original. bagi pelaku bisnis jersey asli, ada sebuah kenyataan pahit. Bisnis kostum sepakbola masih dirajai oleh kostum-kostum KW atau tiruan.

Maklum, harga jersey asli atau original berkisar Rp250-350 ribu, jauh di bawah kostum asli yang mencapai Rp600-800 ribu. Soal , juga dianggap beda-beda tipis. Seperti kostum KW buatan Thailand dengan kelas AAA yang tingkat kemiripannya hampir menyerupai kostum aslinya.

Namun kenyataan ini tidak lantas membuat para pebisnis kostum asli hilang semangat. Sebab mereka melihat para penggemar tim sepakbola umumnya fanatik, bahkan militansinya tinggi.

Menurut Dedy, jersey, mengatakan bahwa kostum bola mulai banyak peminat sejak demam olahraga futsal, yang akhirnya berimbas terhadap kostum sepakbola. “Biasanya mereka yang bermain futsal memakai kostum bola,” kata Dedy. Kala itu permintaan didominasi kostum KW. Namun Dedy melihat peluang kostum asli juga besar, hingga akhirnya ia mendirikan tokonya pada pada 2008. Selain menawarkan kostum asli yang sudah menjadi koleksi pribadi.

Pengalaman Dedy dalam mungkin berbeda dengan yang dialami Mohammad Septo Riza, yang memiliki kios di bilangan Senayan, Jakarta Pusat. Ia mengaku, sebisa mungkin menghindari stok dari luar negeri. “Kalau mengandalkan stok dari luar negeri, sulit mencari profit di atas 30%,” tutur Septo.

Untuk itu, dirinya rela masuk ke pasar loak untuk mencari kostum asli. Meskipun barang bekas, baginya tidak masalah, yang penting asli. “Percaya deh, yang asli pasti banyak yang nyari,” ujar Septo.

Ada beberapa faktor yang menjadikan usaha kostum bola menjadi laris, salah satunya adalah atmosfer euforia kemenangan. Jika sebuah kesebelasan baru saja menang atau menjadi juara, hampir pasti dalam beberapa bulan ke depan, kostum bola akan laris manis.

 

Loading...