Dianggap Sebagai Ikan Hias, Harga Jual Salamander Per Ekor Terbilang Bervariasi

salamander, ikan, hias, amfibi, harga, jual, binatang, kecil, axolotl, albino, warna, kulit, pendaki, Jackson, spesies, langka, legendaris, jenis, penghobi, kota, Malang, Bandung, panas, bentuk, kaki, empat, dua, alam, kelasIkan hias salamander (mybligr.com)

Salamander adalah hewan vertebrata yang hidup di dua alam (amphibi) yang tergolong ke dalam kelas amfibi yang berekor dan berkaki (Caudata/Urodela). Bentuk tubuhnya menyerupai , memiliki empat kaki, hidup di , dan memiliki insang. Hewan itu disebut dengan axolotl.

Sebagian orang mengganggap salamander sebagai ikan . Di Kota Malang, peminat binatang tersebut berasal dari penghobi binatang reptil dan amfibia. Salah satunya, Dani Teguh Wicaksono, salah satu kolektor axolotl. Harga jual binatang kecil tersebut dinilai bervariasi, dan tidak terlalu mahal.

“Ada yang menjualnya, harganya sekitar Rp 150.000 per ekor untuk axolotl anakan yang panjangnya sekitar 3 inchi. Saat itu saya membeli 130 ekor. Sebagian dibeli penghobi. Sekarang di rumah tinggal sekitar 80 ekor saja,” katanya.

Harga axolotl mengalami perubahan, baik peningkatan maupun penurunan. Menurut Dani, harga axolotl pernah dibanderol seharga Rp 800.000 dengan ukuran yang sama. Terkait penurunan harga, dirinya tidak mengetahui secara jelas. Tetapi, ia menduga hal tersebut dikarenakan keberadaan axolotl yang sempat terancam populasinya.

Di Indonesia, daerah lain yang cocok untuk memelihara salamander adalah Kota Bandung. Jika di daerah yang suhu airnya cenderung panas, axolotl harus menggunakan tambahan alat pengatur suhu air.

“Kalau terlampau panas, kulitnya melepuh. Perawatan axolotl juga bisa dibilang tak terlalu susah. Yang penting airnya harus bersih. Dua hari sekali harus diganti. Pakannya bisa menggunakan pelet, cacing, atau ikan kecil,” tambah Dani.

Setidaknya ada empat axolotl yang tersebar di Kota Malang. Perbedaan axolotl bisa dilihat dari kulitnya. Axolotl jenis albino memiliki kulit putih dengan mata merah. Lalu, ada axolotl golden yang berwarna kuning. Ada juga axolotl merbel yang berwarna merah. Sementara, untuk axolotl leucistic, biasanya berwarna putih dengan mata hitam.

Terkait harga jual, jenis axolotl leucistic bisa dibilang menjadi primadona. Harganya bisa Rp 300.000 lebih mahal dibanding jenis lain. Perbedaan yang cukup mencolok itu karena warna axolotl jenis itu lebih banyak disukai. “Warna matanya yang hitam membuatnya lebih hidup. Kalau mata merah, terlihat seperti buta,” ucap Dani.

Sementara itu, selain beberapa jenis salamander di atas, di belahan dunia lain, ditemukan spesies salamander pendaki Jackson (Bolitoglossa jackson) yang sempat menghilang, dan kembali ditemukan di Pegunungan Cuchumatanes, Guatemala.

Petugas Ramon Leon Thomas menemukan amfibi tersebut di cagar alam Finca San Isidro Amphibian Reserve. Hal tersebut merupakan ketiga kalinya manusia pernah melihat salamander tersebut.

“Menemukan kembali spesies tersebut, ibarat mengembalikan mereka dari kepunahan,” kata Carlos Vasquez Almazan, seorang kurator herpetologi di University of San Carlos, Guatemala.

Menurutnya, penemuan salamander tersebut terbilang sangat personal. Sebelumnya, ia telah melakukan kurang lebih 30 ekspedisi pencarian sang salamander legendaris tersebut, serta melatih empat penjaga cadangan untuk mencari hewan itu saat berpatroli.

Salamander pendaki Jackson merupakan salah satu dari 25 spesies yang paling dicari dalam daftar spesies yang dianggap ‘telah hilang’ oleh sains. “Penemuan penting ini memberi kita harapan bahwa kita bisa memulihkan sebagian besar keragaman yang selama ini diyakini telah hilang,” ungkap Vasques Almazan.

Loading...