Dianggap Praktis, Harga Tuna Kaleng di Indomaret Mulai Rp 15 Ribuan

harga, tuna, kaleng, di, indomaret, kandungan, zinc, batas, aman, bahaya, perut, aliran, darah, senyawa, merek, giant, superindo, makanan, variatif, praktis, waktu, mineral, tinggiIlustrasi: bahan makanan tuna kalengan (sumber: my-easy-cooking.com)

seperti agaknya masih memiliki peminat, terutama orang-orang yang tidak memiliki banyak waktu untuk memasak. Dengan menyajikan makanan dianggap praktis, karena tidak membutuhkan waktu untuk menghidangkannya.

Di mana Anda bisa menemukan makanan kaleng seperti tuna kaleng? Tempat yang paling mudah salah satunya adalah atau Alfamart. Di kedua toko tersebut, Anda bisa menemukan berbagai tuna kaleng dengan yang . Misalnya saja tuna kaleng merek Sun Bell Tuna Rica-Rica, jualnya sekitar Rp 15.000. Apabila ingin menemukan merek yang lebih banyak lagi, Anda bisa pergi ke tempat perbelanjaan yang lebih besar seperti di Superindo atau Giant.

Selain tuna kaleng, mungkin Anda akan menemukan jenis makanan kaleng lain seperti sarden dan kornet. Untuk sarden, harganya mulai Rp 8 ribuan. Lalu, untuk kornet, harganya mulai Rp 5 ribuan.

Apabila Anda penggemar makanan kaleng, mungkin sudah sering mendengar tentang kontroversi makanan tersebut. Tidak sedikit yang mengatakan jika makanan itu tidak mengandung banyak gizi, walaupun sisi baiknya adalah praktis untuk disajikan.

Ada sebuah penelitian yang menemukan adanya kandungan 100 kali lebih banyak Zinc (seng) dibanding batas aman. Dengan kandungan sebanyak itu, dianggap bisa memberi dampak buruk bagi isi perut seseorang.

Kandungan seng itu berasal dari lapisan kalengnya. Zinc merupakan mineral yang biasanya digunakan sebagai lapisan kaleng karena kualitas anti mikrobanya. Sayangnya, jika mineral itu tercampur dan termakan, bisa membahayakan sistem pencernaan manusia. Hal itu disebabkan mineral itu bisa mengubah kemampuan tubuh menyerap nutrisi.

Temuan kandungan zinc yang besar itu didapatkan para peneliti dari Binghamton University, Amerika Serikat setelah melakukan serangkaian pengamatan pada jagung manis, ikan tuna, asparagus, dan ayam kalengan.

Pemilihan jenis makanan tersebut karena secara alami ada kandungan zinc yang rendah. Selain itu, makanan-makanan ini biasanya dikemas menggunakan mineral sehingga membuat penghitungan penyerapan zinc dari kaleng lebih mudah dihitung.

“Ditemukan bahwa zinc yang ada dalam satu porsi makanan ini kira-kira seratus lebih tinggi dari batas aman. Kami menemukan nanopartikel zinc oksida (ZnO) pada dosis yang relevan dengan apa yang biasa Anda makan pada sebuah makanan dalam sehari bisa mengubah cara usus Anda menyerap nutrisi atau gen sel usus dan ekspresi protein,” ungkap Profesor Gretchen Mahler.

Ia juga memperingatkan mineral ini bisa menyebabkan peradangan dan membuat saluran pencernaan lebih permeabel. “Peningkatan permeabilitas usus bukan hal yang baik. Itu berarti senyawa yang seharusnya tidak melewati aliran darah mungkin bisa (masuk dalam aliran darah),” jelasnya.

Sebenarnya, kandungan zinc juga kita dapatkan dari makanan biasa. Misalnya saja seperti daging, kerang, susu, keju, roti, hingga sereal. Hanya saja, kandungan zinc pada makanan kaleng ini mengandung nanopartikel yang berpotensi bahaya.

Loading...