Dianggap Bisnis Menguntungkan, Harga Intan Mentah 1 Gram Capai Belasan Juta Rupiah

Harga Intan Mentah - www.orori.comHarga Intan Mentah - www.orori.com

Bisnis intan di Indonesia memang begitu menjanjikan, bahkan sebelum intan tersebut diolah menjadi berlian atau masih berwujud intan mentah (rough diamond), harga jual per gram-nya sudah cukup tinggi. Seperti diketahui, intan adalah berlian kasar yang masih belum diolah, terbentuk dari mineral karbon murni yang mengkristal karena proses kimiawi di dalam perut bumi selama ratusan sampai jutaan tahun.

Di sendiri, harga intan mentah 1 gram bervariasi, ada yang menjual dengan harga Rp 8 juta untuk kadar 1,61 karat, kemudian ada juga membanderol hingga Rp 18 juta untuk intan mentah 1,40 carat. Bagi yang tertarik untuk memulai bisnis atau sekadar memiliki kecintaan terhadap intan, Indonesia kini bisa memperoleh pengetahuan lebih di wisata berlian Indo Wisata Permata (IWP) yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat.

Dalam tempat seluas hampir 1 hektare ini para pengunjung bisa melihat langsung seperti apa pengolahan berlian dari material mentah (rough diamond) sampai bisa menjadi berlian lewat laser. Tak hanya melihat proses pengolahannya saja, pengunjung berkesempatan mengunjungi galeri IWP yang memajang berbagai jenis berlian dengan harga mulai Rp 1 juta sampai miliaran .

Harga masuk IWP pun cukup murah, hanya sekitar Rp 50 ribuan saja. Di IWP pengunjung bisa memperoleh informasi lengkap seputar proses pengolahan batu intan (rough diamond) secara baik dan benar sampai bisa menghasilkan terbaik. “Pengunjung datang dan tidak harus membeli. Namun, mereka dapat pengalaman melihat proses pembuatan berlian dari awal hingga akhir. Berlian itu pada akhirnya bisa dilihat di etalase,” kata Presiden Direktur IWP, Yudi Yopi Mesa, seperti dilansir Beritagar.

Yudi menjelaskan jika bahan bongkahan batu intan mentah ia peroleh dari Kalimantan. Walaupun diakui di dunia, selama ini proses penggosokan batu permata kabarnya masih dilakukan secara konvensional. “Saya pikir kenapa tidak dikerjakan dengan cara yang dan baik,” jelas Yudi.

Karena pengolahan masih dilakukan tradisional, kualitas berlian Kalimantan katanya kalah saing dengan berlian dari Afrika. Padahal, Yudi menilai intan asal Kalimantan mempunyai kelebihan. “Dari segi kematangannya berlian Kalimantan lebih baik. Setelah digosok itu pancaran sinarnya sangat baik. Menurut saya, cahaya yang dari Kalimantan ini lebih baik,” jelasnya.

Loading...