Di Tengah Penguatan Dolar AS, Rupiah Naik Tipis 2 Poin di Pembukaan

Rupiah - www.merdeka.comRupiah - www.merdeka.com

Jakarta – Kurs mengawali pagi hari ini, Kamis (26/4) dengan penguatan sebesar 2 poin atau 0,01 persen ke posisi Rp 13.919 per . Sebelumnya, Rabu (25/4), mata uang Garuda ditutup terdepresiasi 32 poin atau 0,23 persen ke level Rp 13.921 per setelah diperdagangkan pada kisaran angka Rp 13.843 hingga Rp 13.908 per .

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap enam mata uang utama terpantau menguat. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, dolar AS naik 0,46 persen menjadi 91,186 lantaran imbal hasil pemerintah Amerika Serikat dengan tenor 10 tahun meningkat di atas tingkat psikologis penting sebesar 3 persen.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun menjadi acuan diperdagangkan menguat melebihi 3 persen pada Rabu (25/4) waktu setempat usai menembus angka di atas 3 persen untuk pertama kalinya sejak tahun 2014 pada Selasa (24/4). Imbal hasil yang merupakan barometer untuk KPR dan instrumen keuangan AS lainnya sudah mengalami peningkatan pada April 2018 di tengah tanda-tanda adanya kenaikan inflasi.

Sejumlah analis berpendapat bahwa imbal hasil yang lebih tinggi mencerminkan ekspektasi suku bunga acuan yang lebih tinggi, yang biasanya turut mendukung mata uang. Sayangnya belum ada utama dari Negeri Paman Sam yang dilaporkan pada Rabu (25/4).

Menurut Analis Monex Investindo Futures, Faisyal, rupiah kemungkinan akan kembali terkoreksi walaupun sementara ini menguat terbatas. Faisyal mengatakan jika rupiah berpotensi melemah akibat naiknya imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun di level 3 persen.

Kemudian pertemuan antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Presiden Perancis, Emmanuel Macron yang membahas langkah denuklirisasi Iran turut menjadi faktor pendorong dolar AS di spot. Kemudian melemahnya minyak dunia pada perdagangan sebelumnya turut menyumbang sentimen negatif pada rupiah. “Secara umum, pergerakan rupiah masih dipengaruhi oleh faktor fundamental,” ujar Faisyal, seperti dilansir Kontan.

Loading...