Di Tengah Penantian Reformasi Pajak AS, Rupiah Tergerus di Awal Dagang

www.liputan6.com

Jakarta – Berdasarkan dari Bloomberg Index, dibuka melemah 6 poin atau 0,05 persen ke posisi Rp 13.290 per AS pada awal perdagangan pagi hari ini, Kamis (27/4). Kemarin, Rabu (26/4) berakhir stagnan di level Rp 13.284 per dolar AS usai diperdagangkan pada rentang angka Rp 13.273 hingga Rp 13.306 per dolar AS.

Samuel Sekuritas Indonesia memprediksi jika rupiah hari ini kemungkinan akan bergerak di zona merah. “Rupiah mungkin akan tertekan sementara oleh ketakutan tidak disetujuinya anggaran Trump hingga batas akhir pada Jumat tengah malam waktu AS, yang akan berujung pada dihentikannya kegiatan pemerintahan AS,” jelas Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta.

Lebih lanjut Rangga menuturkan jika Amerika Serikat, Donald Trump telah menandatangani proposal terkait pemangkasan pajak. “Akan tetapi, hal itu belum mampu mengangkat optimisme melihat resistensi kongres dan minimnya sisa waktu hingga batas akhir pengesahan anggaran,” ucapnya. Sedangkan Yield US Treasury hingga dini hari tadi bersama yield lainnya terpantau masih menurun.

Sementara itu dari dalam negeri aset berdenominasi rupiah masih menguat sampai Rabu sore diiringi derasnya aliran dana asing. “Walaupun hal itu belum diikuti oleh penguatan rupiah, mungkin akibat preferensi BI yang ingin memperkuat cadangan devisa,” imbuh Rangga.

Saat ini tengah fokus ke data domestik yang akan dilaporkan sepanjang minggu depan. “Fokus siang ini tertuju pada hasil pertemuan BoJ. Di malam hari, hasil pertemuan ECB akan menjadi perhatian utama,” ungkapnya. Rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah karena tingginya permintaan dolar AS pada musim pembagian dividen.

Loading...