Di Tengah Ketidakpastian China, Bitcoin Naik Tipis Ke Level $ 3.603,31

Bitcoin - themerkle.comBitcoin - themerkle.com

bitcoin kini sedang berjuang untuk pulih setelah sempat turun 7,35% dari 3.750 pada perdagangan Rabu (20/9) lalu. Saat ini bitcoin diperjual-belikan di kisaran 3.620,71 atau sekitar Rp 48 juta, naik tipis sebesar 0,48% setelah dibuka di posisi 3.603,31 di awal perdagangan hari ini, Sabtu (23/9). Sepanjang hari ini bitcoin diperdagangkan pada rentang angka 3.573.24 hingga 3.626,03 dengan pangsa sebesar 60,03 miliar.

Walaupun pasar pertukaran bitcoin global kini berangsur pulih dari larangan pertukaran bitcoin secara oleh China hingga batas tertentu, namun para masih tetap mencermati ketidakpastian bitcoin di China. Terutama berkaitan tentang isu larangan pada pusat penambangan bitcoin dan pertambahan.

Menurut CEO ViaBTC, Haipo Yang, tindakan keras pemerintah China terhadap industri pertambangan bitcoin dapat menyebabkan para penambang China musnah. “Secara teknis, China tidak dapat melarang lalu lintas bitcoin, kami memiliki jaringan sinkronisasi kami sendiri. Tapi jika pemerintah China menyatakan pertambahan itu ilegal, maka kita akan benar-benar kacau,” kata Yang, seperti dilansir dari Cryptocoins News.

Sepanjang minggu lalu, sejumlah toko ternama di industri bitcoin China dan global seperti pendiri Bitmain Jihan Wu, pakar keamanan John McAfee, dan pencipta Litecoin Charlie Lee telah menyatakan bahwa larangan mengenai produksi pertambangan bitcoin oleh pemerintah China itu tidak benar.

“Saya memiliki sumber terpercaya yang mengatakan bahwa larangan China terhadap pertambangan atau jaringan bitcoin itu tidak benar. FUD disebarkan oleh manipulator besar yang mencoba membuat aksi jual besar-besaran dan mengambil keuntungan dari tersebut,” kata Lee.

Di sisi lain, JPMorgan Chase Chief Executive Jamie Dimon kembali menyentil bitcoin dan berbagai digital lainnya, memperingatkan bahwa pemerintah akan menutup cryptocurrency apabila mereka tumbuh terlalu besar. “Saat ini, hal-hal berbau kripto memang agak baru. Orang berpikir bahwa mereka teratur. Namun semakin besar jumlahnya, maka semakin besar kemungkinan pemerintah untuk menutupnya,” tutur Dimon, Jumat (22/9) kemarin.

Dimon khawatir dengan bitcoin, ethereum, dan berbagai initial coin offerings (ICOs) yang kini banyak beredar di masyarakat. “Ini menciptakan sesuatu dari yang bukan apa-apa dan bagi saya tidak berharga sama sekali. Ini akan berakhir dengan buruk,” tandasnya.

Loading...