Di Surabaya Biaya Pengurusan Akta Kelahiran yang Terlambat Kena Denda Rp 100 Ribu

Akta Kelahiran - www.bloggues.com

Tiap kelahiran anggota baru wajib dilaporkan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) setempat selambat-lambatnya 60 hari sejak tanggal kelahiran sang . Kelahiran setiap akan dicatat oleh Dispendukcapil lewat sebuah bernama Akta Kelahiran.

Pada dasarnya pengurusan akte kelahiran anak di Dispendukcapil sama sekali tidak dipungut biaya alias , namun banyak masyarakat yang meremehkan prosedur ini dan memutuskan untuk menunda mengurus akta kelahiran anaknya.

Berdasarkan pemasukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil , pemasukan dari denda sepanjang tahun 2016 mencapai Rp 3,3 miliar, lebih tinggi dari tahun 2015 yang hanya Rp 2,8 miliar. Rupanya penyumbang denda utama untuk pemasukan Dispendukcapil Surabaya berasal dari keterlambatan pengurusan akta kelahiran.

Jika terlambat mengurus, biaya pengurusan akta kelahiran yang tadinya gratis akan dikenai denda sekitar Rp 100 ribu. Walaupun dikenai denda, masih banyak Surabaya yang terlambat mengurus. Akibatnya keterlambatan pengurusan akta kelahiran tersebut menyumbang pendapatan denda terbesar mencapai Rp 2,3 miliar.

“Banyak yang setahun baru ngurus,” ujar Kepala Dispendukcapil Surabaya, Suharto Wardoyo. Menurutnya, banyak warga yang sibuk sehingga tak bisa segera mengurus pencatatan sipil. Apalagi karena denda sebesar Rp 100 ribu juga dianggap relatif ringan.

Biaya pengurusan akte kelahiran yang terlambat ini bisa berbeda-beda untuk tiap daerah. Ada beberapa daerah yang menetapkan denda administratif maksimal Rp 1 juta dan ada pula yang tidak mengenakan denda seperti Provinsi DKI .

Pengurusan akte kelahiran yang terlambat lebih dari 1 tahun cukup meminta keputusan tertulis kepada Dispenduk setempat. Sedangkan untuk keterlambatan kurang dari setahun (60 hari – 1 tahun), tak perlu keputusan dari kepala dinas, mereka hanya perlu meminta persetujuan dari pihak kepala dinas saja.

Loading...