Deteksi Epilepsi dengan Pemeriksaan EEG, Biaya Mulai Rp 500 Ribuan

Electroencephalogram - www.redorbit.com

Selain memeriksakan tubuh, pun juga memerlukan perhatian lebih. Selain lewat MRI, pemeriksaan otak juga bisa dilakukan melalui EEG atau Electroencephalogram.  EEG berguna untuk mengecek otak dalam melihat beberapa kelainan seperti kejang dan TCD (Transcranial Doppler) untuk mengevaluasi aliran darah ke otak.

EEG menampilkan rekaman aktivitas listrik (elektrik) otak dan bermanfaat sebagai pemeriksaan bagi para yang mengalami kejang, mengetahui gangguan tidur atau narkolepsi, membantu menegakkan diagnosa koma, hingga mencari berbagai gangguan cerebral yang dapat menyebabkan nyeri kepala, gangguan perilaku, dan kemunduran intelektual.

Pemeriksaan EEG juga disebut-sebut sebagai salah satu cara terbaik untuk mengetahui apakah seseorang menderita epilepsi atau tidak. Alat EEG dapat merekam aktivitas saraf di otak dan memonitor adanya perubahan pola aktivitas otak yang abnormal. Jika berdasarkan hasil pemeriksaan ternyata pola aktivitas otak tidak stabil, maka kemungkinan besar orang tersebut menderita epilepsi.

Untuk melakukan pemeriksaan kesehatan otak ternyata tak ada batasan umur. Bahkan dokter juga menyarankan masyarakat melakukan pemeriksaan sedini mungkin, minimal satu tahun sekali. Saat ini sudah banyak laboratorium dan rumah sakit di Indonesia yang melayani pemeriksaan EEG untuk masyarakat umum.

Pemeriksaan EEG biasanya berlangsung sekitar 45-47 menit dan menghasilkan gambar gelombang otak selama 5 menit. Apabila seseorang tegang, EEG akan menunjukkan pola pengaktifan yang tidak sinkron dan bervoltase rendah. Biaya yang dibutuhkan untuk melakukan EEG pun bervariasi, ada yang hanya memasang biaya sekitar Rp 500 ribuan, dan ada pula tempat yang mematok biaya EEG hingga mencapai Rp 1,5 jutaan.

Loading...