Deteksi Dini Kanker Ovarium dengan Tes CA 125, Biaya Mulai Rp 250 Ribu

Hingga kini masih menjadi pembunuh nomor satu di . Untuk mengetahui kemungkinan terserang kanker, yang masih sehat dan belum menunjukkan kanker dapat melakukan deteksi dini berupa serangkaian pemeriksaan .

Dengan menjalani deteksi dini, penyakit kanker diharapkan bisa segera ditemukan pada stadium awal agar memudahkan dan meminimalisir biaya yang harus dikeluarkan untuk berobat. “Kanker itu harus bisa ditemukan dalam stadium lebih dini. Agar mudah dan cepat diobati,” ujar Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Prof. DR. Dr Aru Wisaksono Sudoyo.

Pemeriksaan deteksi dini tersebut meliputi pap smear atau IVA untuk mendeteksi kanker leher rahim, mamografi dan USG payudara untuk kanker payudara, serta rontgen paru untuk deteksi kanker paru-paru.

Kemudian colok dubur dan pemeriksaan dara samar di feses juga bisa dilakukan untuk mendeteksi secara dini kanker kolorektal atau usus besar, USG prostat dan cek kadar PSA dalam darah untuk deteksi kanker prostat, serta USG kandungan dan pemeriksaan kadar CA 125 untuk deteksi kanker indung telur atau ovarium.

Tes CA 125 umumnya diukur dari sampel darah seseorang yang diduga menderita kanker atau untuk mengetahui keberhasilan pengobatan kanker ovarium. CA 125 juga dapat diukur berdasar pemeriksaan cairan yang diambil dari rongga perut dan rongga dada.

Di Indonesia sendiri ada banyak maupun laboratorium yang melayani tes CA 125. atau biaya test CA 125 di tiap lab pun berbeda-beda. Sebagai , di Lab Pramita biaya tes CA 125 sekitar Rp 385.000, di Jakarta Islamic Hospital (JIH) sekitar Rp 420.000, di Prodia sekitar Rp 396.000, dan di Makmal UI sekitar Rp 250.000. Untuk paket pemeriksaan tumor marker (AFP, CEA, CA 15-3, CA 125, CA 19-9) di RS Husada biayanya berkisar Rp 950.000.

Loading...