Departemen Penerbangan Malaysia (DCA) Tangguhkan Kenaikan Biaya ANFC

Malaysia Department of Civil Aviation (DCA) atau Departemen Penerbangan Sipil Malaysia akhirnya menangguhkan rencana untuk menaikkan fasilitas penerbangan navigasi udara (air navigation flight charges atau ANFC). Alasannya, beberapa penerbangan keberatan dengan rencana kenaikan yang dianggap terlalu mendadak.

Kenaikan biaya ini menurut rencana akan diberlakukan mulai 15 April lalu, yang mencakup penggunaan udara dan semua lain yang disediakan operator penerbangan, termasuk lisensi pilot. “Namun, beberapa maskapai penerbangan keberatan dengan rencana tersebut,” jelas Malaysia, Liow Tiong Lai.

“Kami sebenarnya telah mempertimbangkan ini, namun kenaikan (biaya) ini tidak terelakkan,” sambungnya. “Selanjutnya, kenaikan biaya ini akan dilakukan secara bertahap.”

Rencananya, untuk pesawat ringan hingga ATR 72, biaya ANFC akan direvisi menjadi 12,5 sen (AS) per mil laut. Sementara, biaya untuk pesawat jet besar seperti Airbus A320 dan Boeing 737, serta pesawat menengah seperti Airbus A330 dan Boeing 777, akan antara 2,5 sen hingga 6,5 sen menjadi 25 sen hingga 62,5 sen per mil laut. Adapun biaya untuk pesawat jumbo macam Airbus A380, akan dilipatkan menjadi 7,50 per mil laut.

Selain itu, biaya untuk perpanjangan sertifikat operator udara juga akan dinaikkan antara 100 dolar AS hingga 7.500 dolar AS. Sementara biaya lisensi pilot transportasi udara, menurut kabar juga akan meningkat lima kali lipat menjadi 125 dolar AS, sedangkan perpanjangan tahunan naik 75 dolar AS.

Seperti diketahui, penerbangan di Malaysia telah disubsidi oleh sejak tahun 1970 silam. Dan, selama lebih dari 40 tahun, ANFC belum pernah direvisi. “Biaya untuk layanan maskapai penerbangan terus meningkat sesuai kebutuhan untuk upgrade sistem atau penggantian,” jelas Dirjen DCA, Azharuddin Abdul Rahman.

Loading...